0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Daging Ayam Naik, Disdag Sebut Ulah Pengepul dan Pedagang Nakal

timlo.net/agung widodo
Daging ayam (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Dinas Perdagangan (Disdag) langsung mengadakan koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen untuk menyikapi tingginya harga daging ayam. Kedua dinas tersebut juga telah melakukan turun lapangan untuk mengecek harga daging ayam di Pasar Bunder Sragen.

“Hari Sabtu (9/1) itu juga kami langsung turun di Pasar Bunder untuk memantau harga ayam,” kata Kasie Pengawasan Distribusi Barang Bidang Pengembangan Disdag Sragen, Ummie Sumarsih saat ditemui wartawan di Kantor Disnakkan Sragen, Senin (11/1).

Ummie menjelaskan, kenaikan harga daging ayam hanya terjadi pada hari Sabtu, sedangkan mulai Minggu (10/1) harga sudah kembali normal kendati masih berada di kisaran Rp Rp 34.000 perkilogram.

“Jadi naiknya cuma sehari itu saja. Sekarang sudah mulai normal antara Rp 32.000 hingga Rp 33.000,” ujarnya.

Kabid Pengembangan Disdag Sragen, Sumarno mengungkapkan, kenaikan harga daging ayam tersebut akibat ulah dari pengepul atau pedagang nakal. Dari informasi yang diperoleh memang ada pengepul yang sengaja mempermainkan harga daging ayam.

Sumarno menjelaskan, alur peredaran daging ayam dimulai dari perusahaan – DO (delivery order) – pemotong – penjual. Sementara harga dari perusahaan adalah sama, demikian juga untuk DO.

“Ini sumbernya dari pengepul, yang tidak mau ngambil dari perusahaan. Dia langsung dari DO terus ke penjual. Jadi pengepul itu ada juga yang nyambi jadi pemotong atau nyambi jadi pedagang,” jelas Sumarno.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge