0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyerapan Beras Oleh Bulog Tersendat Lantaran Selisih Harga

dok.timlonet/red
Ilustrasi (dok.timlonet/red)

Solo – Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Solo targetkan penyerapan beras dari petani mencapai 100 Ribu Ton pada 2016. Namun demikian penyerapan tersebut baru mulai akan dilakukan jika harga di pasaran sudah kembali normal.

“Target kita untuk tahun ini memang tidak ada perubahan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu didasarkan pada potensi hasil panen dan luasan lahan yang dikelola petani di wilayah Soloraya,” ujar Kepala Perum Bulog Subdivre III Solo, Budhi Ganefiantara kepada wartawan, Senin (11/1).

Kendati demikian dirinya mengaku jika harga beras dipasaran saat ini belum memungkinkan Bulog untuk melakukan penyerapan kepada para petani. Pasalnya harga beli beras yang ditetapkan Bulog sesuai Inpres 2015 hanya sebesar Rp 7300 per kg. Sementara harga dipasaran sekarang mencapai Rp 8300 per kg.

“Karena ada selisih harga tersebut banyak mitra dan petani lebih memilih melemparnya dipasar dari pada ke Bulog. Prediksinya saat ada panen raya nanti harga baru mulai normal,” jelasnya.

Meskipun belum bisa melakukan penyerapan kepada petani, namun Budhi menyampaikan jika stok beras di Bulog saat ini masih tersedia sekitar 33 Ribu Ton, atau mampu mencukupi persedian sampai 3 bulan kedepan.

“Masa panen kali ini kemungkinan memang molor sampai Maret mendatang akibat dampak dari El nino kemarin. Dan pada saat panen itulah rencananya akan kita manfaatkan untuk melakukan penyerapan kepada petani, karena biasanya harga kembali normal,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge