0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bendungan Sipendok Ambrol, 1.200 Warga Terancam

Tim SAR BPDB dan warga melakukan survey di Bendungan Sipendok, Lereng Gunung Merbabu kondisinya kian kritis (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kondisi Bendungan Sipendok di lereng Gunung Merbabu kian mengkhawatirkan. Bendungan atau tuk Sipendok ini terancam jebol dan mengancam 1200 jiwa warga di dua dukuh, Srawung dan Candisari, Kecamatan Ampel, Boyolali. Kritisnya Bendungan Sipendok diketahui setelah tim BPBD dan warga melakukan survei ke lokasi.

“Kondisi di sana telah terjadi pergeseran ke bawah sepanjang 10 meter, dinding bendungan juga penuh dengan tumpukan material pasir dan bebatuan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya, Senin (11/1).

Melihat banyaknya material batu dan pasir yang menumpuk di dinding bendungan, sangat memungkinkan bendungan bakal ambrol. Namun kapan waktunya, tergantung dengan intensitas hujan. Selain itu, bebatuan di Sipendok juga labil.

“Kalau ada bebatuan jatuh ke bendungan mengeluarkan suara seperti dentuman,” lanjut Yoyok, panggilan akrabnya.

Dijelaskan, bila bendungan jebol, maka akan mengancam 1.200 warga di dua dukuh, Srawung dan Candisari, Desa Candisari, Ampel, yang merupakan dusun terdekat. Bila bendungan jebol maka dipastikan akan terjadi banjir bandang disertai batu dan pasir yang hanya memakan waktu 30 menit sampai di dua dusun tersebut.

“Ini yang harus kita waspadai sejak dini, apalagi musim hujan masih akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang,” tambah Yoyok.

Kepala BPBD Boyolali, Nur Khamdani, menjelaskan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menyikapi ancaman banjir bandang akibat bendungan Sipendok jebol. Dijelaskan, dari kajian teknis DPU ESDM tidak memungkinkan untuk dibangun kontruksi bendungan.

“Tapi kita masih tunggu hasil kajian dari Balai Besar Wilayah Sungai Serang yang memiliki kewenangan,” tambahnya.

 

Sementara terkait dengan warga, pihaknya sudah meminta agar lebih waspada terutama bila hujan deras terjadi dengan durasi lama.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge