0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD: Lelang Jembatan Sabranglor Jangan Ditunda-Tunda

Komisi II DPRD Solo mengecek pekerjaan konstruksi jembatan Sabranglor (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Jajaran Komisi II DPRD Solo mengingatkan Pemkot untuk tidak menunda-nunda proses lelang pengerjaan jembatan Sabranglor tahap II. Hal itu penting agar jembatan yang menghubungkan wilayah Kentingan (Jebres) dengan Mojosongo itu  segera selesai dan difungsikan.

“Segera saja proses lelang. Jangan ditunda-tunda. Paling tidak awal Februari sudah tayang lelang,” kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno disela meninjau konstruksi jembatan Sabranglor, Senin (11/1).

Menurut Sukasno, tidak ada lagi alasan untuk menunda proses lelang. Meski masih awal tahun, proses lelang akan lebih baik jika segera diselesaikan. Terlebih, pembebasan lahan terhadap dua rumah yang terkena dampak pembangunan jembatan juga sudah selesai dilakukan.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Joko Supriyanto mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dokumen untuk lelang. Namun, di sisi lain, sistem Layanan Pengadaan Secara Eelektronik (LPSE) Pemkot tengah diupgrade.

“Saat ini sedang persiapan lelang. Tapi sistem LPSE-nya sedang diupgrade,” ujar dia.

Joko menjelaskan, jembatan Sabranglor dikerjakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengerjaan konstruksi, pilar dan pembebasan dua rumah terdampak pembangunan jembatan. Anggaran tahap pertama sebesar Rp 3,5 miliar dari APBD 2015 dan telah selesai dikerjakan. Adapun tahap kedua berupa pekerjaan struktur atas, trotoar dan akses jembatan dikerjakan tahun ini. Anggaran tahap II sebesar Rp 6 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

“Dana tahap II sudah ada. Perkiraan kami, Agustus tahun ini pekerjaan selesai dan jembatan sudah berfungsi,” ungkap dia.

Sekretaris Komisi II DPRD Solo Supriyanto meminta Pemkot mengoptimalkan fungsi jembatan kedepan dengan memperhatikan jalan akses ke jembatan. Mengingat jalan akses jembatan merupakan jalan kampung. Jika tidak dioptimalkan, keberadaan jembatan dikhawatirkan tidak memberi manfaat singnifikan.

“Sejak awal kami ragu dengan optimalisasi dan urgensi jembatan ini karena aksesnya jalan kampung. Kami minta manfaatnya dioptimalkan karena biaya pengerjaannya sangat besar menurut kami,” ujarnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge