0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dosen UNS Kenalkan Tanaman Obat Sakit Mata

Prof Dr Ir Bambang Pujiasmanto MS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo —  Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Ir Bambang Pujiasmanto MS mengenalkan tanaman Kitolod sebagai salah satu tanaman yang dapat mengobati gangguan mata, seperti hipermetropi, slilider, dan sebagainya.

“Tanaman Kitolod memiliki kandungan alkaloidm saponin, flavonoid dan polifenol,” ungkap Prof Bambang Pujiasmanto, yang juga Dekan Fakultas Pertanian kepada wartawan, di Kampus UNS, Solo, Senin (11/1).

Menurut Bambang, tanaman Kitolod biasa tumbuh pada daerah teduh dan basah, yaitu pada rawa-rawa, pinggiran saluran air sawah dan pada dinding selokan pun dapat tumbuh. Kitolod merupakan tanaman semak yang memiliki tangkai bunga yang panjang, mahkotanya berbentuk bintang dan berwarna putih bersih.

“Secara sekilas mirip dengan mahkota melati untuk teh,” ungkapnya.

Bambang mengemukakan, Kitolod cocok tumbuh di daerah dataran tinggi yang dingin meskipun sebenarnya dapat tumbuh di dataran rendah, Kitolod yang ditanam pada dataran rendah memberikan hasil yang sempurna, yaitu daun tidak setebal di dataran tinggi dan daunnya tumbuh.

“Manfaat dan khasiat Kitolod mengobati mata merah, mata gatal, mata minus dan plus, infeksi mata, katarak, nyeri dan perih pada mata,” jelasnya.

Cara penggunaannya, kata Bambang, pilih bunga Kitolod yang baru merekah, dan pisahkan bunga dari pangkalnya. Celupkan pada air putih anget pada gelas. Ujung tangkainya teteskan pada bagian mata kanan dan kiri, masing-masing cukup sekali tetes, atau pada bagian mata yang sakit saja.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge