0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

CCTV Olivier Cafe Tak Bisa Rekam Posisi Duduk Mirna

merdeka.com
Olivier Cafe (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi gelar prarekonstruksi kasus tewasnya Mirna Salim (27) di di Olivier Cafe, West Mal Grand Indonesia, Senin (11/1) siang ini. Mirna tewas Rabu (6/1) lalu usai minum kopi di cafe tersebut.

Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat masih meneliti sampel kopi Es Vietnamens di pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) terkait kematian seorang konsumen, Wayan Mirna Salimin (27) usai meminum kopi di Olivier Cafe, West Mal Grand Indonesia, Rabu (6/1) lalu.

Menurut kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak, Mirna diduga menenggak kopi yang bercampur dengan zat korosif alias zat yang bersifat perusak. Penyelidik Polda Metro Jaya menduga zat korosif inilah yang menyebabkan kerusakan organ dalam korban.

“Diduga zat korosif itu dicerna merusak sistem tubuh yang menyebabkan kematian,” kata Musyafak.

Sebelumnya, dokter forensik telah mengautopsi jasad Mirna di Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur pada Minggu (10/1) mulai 00.00 WIB hingga 01.00 WIB. Musyafak menuturkan dugaan kerusakan lambung Mirna akibat zat korosif jenis sianida berdasarkan ciri reaksi korban seperti kejang, mulut mengeluarkan buih.

Namun Musyafak menyebutkan dugaan itu akan dipastikan melalui analisa yang dilakukan tim dokter RS Polri Kramatjati. Saat ini, dokter forensik kepolisian telah membawa sampel hati, lambung dan empedu guna memastikan penyebab kematian Mirna.

Sementara itu, penyidik menganalisa kamera tersembunyi (CCTV) di lokasi kejadian namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Sebab kamera tersembunyi itu tidak merekam lokasi tempat duduk Mirna maupun rekannya korban yang tiba lebih dulu di lokasi kejadian.

Namun, polisi mendalami keterangan sejumlah saksi termasuk seorang saksi kunci terkait kematian korban yang diduga tidak wajar sehingga dicurigai terjadi tindak pidana.

Tak hanya bercampur dengan korosif alias zat yang bersifat perusak, kopi tersebut pun diduga mengandung sesuatu. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krisna Murti, kopi yang dikonsumsi oleh Mirna sempat dicicipi oleh seorang pekerja Olivier Cafe di Mal Grand Indonesia.

“Setelah Mirna kejang usai mengonsumsi kopi, seorang pekerja Olivier Cafe tersebut membawa kopinya ke dapur dan sempat mencicipinya dan ketika saksi mencicipi setetes kopi itu merasakan kebas,” ucapnya.

Menurut Krisna, seorang pekerja tersebut mencicipi kopi dengan menggunakan sedotan ke telapak tangannya.

“Ketika dicicipi, kopi tersebut saksi akui merasa mual dan muntah. Kemudian saksi merasa mual selama 30 menit,” bebernya.

“Berdasarkan itu, polisi menduga kopi itu mengandung sesuatu,” tambah Krishna.

Namun, Krishna menegaskan hal itu harus dibuktikan secara analisis ilmiah terhadap sampel lambung, hati dan empedu Mirna termasuk kandungan kopi.

“Penyidik kepolisian belum dapat memastikan kematian Mirna terjadi unsur tindak pidana pembunuhan atau tidak. Karena menunggu hasil analisis tim forensik dan polisi juga harus menyusun dan merekonstruksi kronologis, serta mencocokkan alat bukti lainnya guna menyimpulkan kematian Mirna terdapat unsur pidana atau tidak,” jelas dia.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge