0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fahri Hamzah Diminta Mundur oleh Pimpinan PKS?

Fahri Hamzah (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Pasca Setya Novanto mengundurkan diri dari Ketua DPR, muncul desakan agar Fahri Hamzah juga mundur dari kursi Wakil Ketua DPR. Bahkan desakan itu kabarnya muncul dari internal PKS itu sendiri.

Setelah sempat bungkam perihal isu ini, Fahri Hamzah akhirnya angkat bicara. Dia mengakui memang ada yang ingin dirinya mundur dari pimpinan DPR.

Fahri menyayangkan isu pengunduran diri ini muncul ke permukaan. Padahal menurut dia, hal ini sepatutnya hanya menjadi konsumsi internal PKS saja.

Dia juga menilai tak benar jika ada elite PKS yang mengatakan bahwa permintaan pengunduran diri Fahri dari kader sendiri. Menurut Fahri, sampai saat ini tidak ada kader PKS yang memintanya untuk mundur.

“Terkait permintaan mundur dari kader dan simpatisan, perlu saya jelaskan bahwa saya belum pernah menerima selembar surat apapun dari kader PKS yang meminta saya mengundurkan diri,” kata Fahri dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/1).

Namun demikian, Fahri mengakui jika ada pembicaraan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie tentang hal ini. Akan tetapi, dia menekankan, hal itu hanya sebatas pembicaraan, tidak ada pernyataan resmi.

“Hanya memang pernah ada pembicaraan pribadi dengan Ketua Majelis Syuro PKS. Namun karena permintaan itu bersifat pribadi, bukan keputusan lembaga atau institusi partai, maka saya juga telah memberikan tanggapan secara pribadi pula. Terkait hal ini, saya akan menjelaskan secara lengkap pada kesempatan yang lain,” tegas dia.

Fahri merasa pemberitaan-pemberitaan kader PKS minta dirinya mundur adalah bagian dari penggalangan opini untuk menunjukkan seolah mantan Wasekjen PKS itu telah melakukan kesalahan. Dalam kaca mata pribadinya, kata dia, sampai hari ini, dirinya tak merasa sekalipun melakukan kesalahan dan atau pelanggaran baik dalam hukum positif maupun terhadap peraturan Partai.

“Selama kurang lebih 12 tahun saya menjadi pejabat publik dan 17 tahun lebih setelah menjadi deklarator partai, saya tidak pernah dihukum oleh keputusan partai sekalipun,” cetus dia.

Dia merasa tidak pernah ada kader PKS yang berseberangan dengan sikapnya yang keras mengkritik pemerintah. Karena itu, dia heran jika ada yang mengatakan bahwa ada kader PKS yang memintanya untuk mundur dari pimpinan DPR.

“Saya merasa tersambung dengan perasaan kader, konstituen dan simpatisan Partai dalam setiap kesempatan pertemuan dan silaturahmi ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Sehingga tuduhan adanya kader yang meminta saya mundur adalah tindakan pembunuhan karakter dan mengganggu kerja kerja saya yang diatur oleh konstitusi untuk mengawasi pelaksanaan tugas pemerintah,” tegas Fahri.

“Pada saatnya saya akan melakukan klarifikasi menyeluruh terhadap pemberitaan tersebut, agar fitnah yang menimpa saya dan PKS dapat segera dijernihkan,” tutup Fahri. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge