0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Cara Mengatasi Dinamisasi dan Kejahatan di Kota Solo

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Solo dikenal sebagai kota yang dinamis. Di siang hari, terdapat 3 juta orang lebih yang melakukan aktifitas di Kota Bengawan. Padahal, penduduk Kota Solo sendiri tercatat sekitar 577 ribu jiwa. Untuk menjaga keamanan baik di siang hari ataupun malam hari bukan pekerjaan yang ringan. Mengingat, sirkulasi penduduk yang keluar masuk juga menjadi pertimbangan khusus menentukan tingkat kejahatan.

Itulah, yang sedikit dirasakan oleh orang nomor satu dijajaran Polresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi. Perwira menengah berpangkat melati tiga di pundak ini memang bukan orang baru dijajaran korps Tribrata Polresta Solo. Ditahun 2011 dirinya pernah menjabat sebagai Wakapolresta. Pengalaman terdahulu dijadikan pelajaran berharga ketika dirinya menapaki karirnya saat ini.

Dari pengalamannya terdahulu, dirinya menilai Solo sebagai salah satu kota dinamis di kawasan Jawa Tengah. Disamping itu juga, sebagai pintu masuk dari kawasan Jawa Timur. Menurutnya, dinamisasi yang terjadi di Kota Solo mengakibatkan terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Sehingga, tingkat gesekan yang terjadi diantara kelompok-kelompok ini juga sangat tinggi.

“Tak dapat disangkal, kalau Solo ini terdiri banyak kelompok-kelompok,” kata Kapolresta, saat ditemui wartawan diruang kerjanya baru-baru ini.

Meski begitu, dalam menyikapi sebuah perkara hukum pihaknya tidak memandang kelompok apapun. Dirinya berprinsip bahwa semua kelompok (orang) kedudukannya sama dimuka hukum. Jika salah, harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kita berikan perlakuan yang sama dimata hukum. Jadi jangan memihak dengan satu kelompok. Kalau bersalah ya ditindak tegas, jangan kompromi,” tegas Kapolresta.

Selain memicu terbentuknya kelompok masyarakat, dinamisasi di Kota Solo juga meningkatkan kejahatan yang biasa terjadi di kawasan kota besar. Hal ini, berbanding lurus dengan makin pesatnya penduduk yang menghuni sebuah kawasan kota. Menyikapi hal tersebut, pihaknya juga telah melakukan pemetaan kawasan kejahatan di tiap kecamatan. Sehingga, kerawanan di tiap kawasan dapat dicegah dan diminimalisir dengan menerapkan cara khusus.

“Ibarat penyakit itu sudah hafal penyakitnya apa dan bagaimana cara menyembuhkannya,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge