0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KKN UNS Diarahkan Jadi Pendampingan Dana Desa

Rektor UNS Ravik Karsidi melepas mahasiswa peserta KKN (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 2.703 mahasiswa peserta Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah diterjukan ke desa-desa. Seiring dengan itu, saat ini dana miliaran juga mengucur ke desa-desa.

Untuk memanfaatkan momen itu, Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi mengemukakan, UNS bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi membuat model pendampingan desa, termasuk di dalamnya dari sisi perencanaan, penggunaan hingga pelaporan melalui KKN tematik.

“Kerjasama itu difokuskan pada 220 mahasiswa peserta KKN periode ini,” ungkap Ravik kepada Timlo.net, di Kampus UNS, Solo, Sabtu (9/1).

Ravik mengatakan, lantaran KKN hanya berlangsung kurang dua bulan, maka mahasiswa hanya lebih banyak sebagai pendampingan, seperti cara-cara pembukuan, membuat evaluasi, pelaporan dan sebagainya, yang intinya membantu perangkat desa mengelola dana desa yang besar hingga sekitar satu miliar rupiah masing-masing desa.

Karena dana desa adalah uang negara, kata Rektor UNS, berarti para kepala desa, atau perangkat desa lainnya termasuk LKMD harus paham tentang mekanisme penggunaan uang negara. Selain itu, harus penyalurannya harus sesuai kebutuhan riil masing-masing desa.

“Dana desa yang mengucur dari pusat hingga satu miliar rupiah, kan pada dasarnya untuk memacu atau mempercepat kemandirian desa dalam segala bidang antara lain termasuk bidang ekonomi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Ravik, apabila model pendampingan sebagai kerjasama dengan Kementerian Desa berhasil dan dapat dipakai contoh, maka ke depan model pendampingan desa terutama pengelolaan dana desa bisa menjadi percontohan model pendampingan desa bagi desa yang lain.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge