0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keracunan Nasi Bungkus, Puluhan Napi Dilarikan ke RS

dok.timlo.net/merdeka.com
Puluhan Napi dan tahanan di Lapas Singaraja keracunan (dok.timlo.net/merdeka.com)

Timlo.net — Malam renungan suci dan begadang semalam suntuk berujung petaka bagi puluhan nara pidana (Napi) dan tahanan di Lapas Kelas II B Singaraja, Buleleng di Bali. Mereka keracunan usai menyantap nasi bungkus yang dibagikan saat malam Perayaan Ciwaratri pada Jumat (8/1) malam.

“Kejadiannya dini hari tadi baru ketahuan semua mual dan pusing. Makan nasinya tengah malam,” tutur salah seorang petugas SIPIR di lapas itu, Buleleng, Bali, Sabtu (9/1).

Lebih kurang ada 48 penghuni Lapas yang keracunan akibat menyantap nasi bungkus yang dipesan dari luar lapas. Kemarin malam, Napi dan tahanan titipan beserta petugas Lapas merayakan persembahyangan bersama di dalam Lapas untuk merayakan Malam Renungan Suci atau hari Ciwarartri.

Sejak pukul 21.00 Wita mereka sudah berkumpul dan menerima nasi bungkus yang sudah dipesan sejak sore harinya. “Persembahyangan bersama tepat tengah malam. Sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, baru bersama-sama makan nasi bungkus,” tutur sumber ini.

Usai makan, mereka lantas masuk ke ruang sel masing-masing untuk tidur. Namun, sekitar pukul 04.00 Wita Sabtu pagi (9/1) para tahanan secara silih berganti terbangun dan muntah-muntah. Saat itu juga petugas jaga memanggil pertolongan dan bergantian menggunakan mobil antar tahanan menuju ke rumah sakit.

Kalapas Kelas II B Singaraja, Sutarno, menegaskan bahwa makanan yang dimakan saat merayakan malam Ciwaratri, berupa nasi bungkus yang dipesan di luar Lapas. Ia juga meyakinkan bahwa ini untuk pertama kalinya para Napi membuat cara yang makanannya dipesan dari luar.

“Saat ini kondisi mereka seluruhnya sudah berangsur pulih. Sampel dugaan keracunan dari nasi bungkus itu juga sudah diteliti di lab,” papar Sutarno, Sabtu (9/1).

Dia memastikan pemesanan nasi sudah diperiksa terlebih dulu. Sat itu. ada 125 nasi bungkus yang dipesan.

“Semua yang masuk kita periksa ketat, termasuk nasi bungkus yang dipesan para tahanan semalam. Kondisinya saat itu masih sangat baik,” ungkapnya.

Pemesanan nasi bungkus itu menurutnya merupakan inisiatif dari para tahanan. “Pihak LP tidak menyediakan konsumsi karena kegiatan di luar jam kerja,” tutupnya. [lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge