0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Politisi Penganiaya Polisi Resmi Ditahan

Ilustrasi Penganiayaan (merdeka.com)

Timlo.net — Irfan (29) berikut kakaknya Hendra (30), dua putra Nasran Mone, politisi Partai Golkar Makassar, diamankan di Mapolsek Mariso, Jalan Dahlia mulai Jumat, (8/1) malam. Keduanya sebelumnya sempat diperiksa oleh penyidik kurang lebih selama lima jam, sejak pukul 14.30 WITA hingga 18.30 WITA.

Keduanya adalah pelaku penganiaya anggota Bintara Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Sulsel, Bripka Mulyadi, Minggu (3/1) lalu, di Jalan Mappanyukki. Di saat itu polisi ini tengah berusaha mengurai kemacetan jalan. Akibat penganiayaan itu, Bripka Mulyadi babak belur dan melaporkan kasusnya itu di Mapolsek Mariso.

Awalnya, Irfan yang ditetapkan sebagai tersangka, menyusul Hendra kakaknya ikut jadi tersangka setelah keterangan dua saksi ditambah keterangan Irfan yang menguatkan keterlibatan Hendra dalam penganiayaan itu.

Kapolsek Mariso, Kompol Choiruddin menjelaskan, saksi pertama adalah Kompol Laras, rekan Bripka Mulyadi yang berada bersamanya saat penganiayaan terjadi sudah dimintai keterangan lebih awal. Selanjutnya, kata Choiruddin, yang diperiksa hari ini adalah dua pelaku yakni Irfan dan Hendra yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka lalu satu orang saksi, rekan wanita Hendra yang juga ada saat peristiswa itu.

“Ada dua pasal yang dikenakan bagi keduanya adalah Pasal 170 ayat 1 subsider pasal 35 ayat 1 ancaman penjara 5 tahun, enam bulan,” kata Kompol Choiruddin.

Kapolsek Mariso ini menjelaskan, kedua anak politis Golkar ini saat ini di Mapolsek Mariso status diamankan karena penyidik punya waktu 1 kali 24 jam yang selanjutnya besok akan dikeluarkan surat penahanan selama 20 hari. Selanjutnya pihak Kejaksaan bisa menambah penahanan selama 40 hari jika dirasa perlu, jika tidak ada kesepakatan kedua belah pihak maksudnya antara dua pelaku ini dengan korban dan proses hukum tetap berlanjut.

Kasus ini, imbuhnya, adalah delik aduan jadi memungkinkan ada kesepakatan damai. Hanya saja kesepakatan itu belum ada karena hingga saat ini komunikasi dengan Bripka Mulyadi belum tersambung.

“Saya sudah hubungi Bripka Mulyadi tetapi ponselnya tidak diangkat. Mungkin masih ada perasaan tidak enak hingga sampai saat ini belum ada titik temu. Karena pihak keluarga pelaku mencoba dekati tetapi Bripka Mulyadi masih berkeras sehingga proses hukum pun tetap lanjut,” kata Kompol Choiruddin.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge