0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pohon Cinta Pasoepati-Bonek Ini Sudah Tumbuh Dua Meter

ist
Pohon Cinta Pasoepati-Bonek sudah tumbuh mencapai dua meter (ist)

Solo — Pernah memiliki hubungan yang kurang harmonis bertahun-tahun, perdamaian antara Pasoepati (suporter Persis) dan Bonek (suporter Persebaya) diselesaikan pada tahun 2011 silam. Tepatnya pada 8 Januari 2011, yakni di tempat berdirinya Pasoepati yakni di daerah Nayu Timur, Nusukan, Solo.

Uniknya adalah sebuah pohon yang ditanam oleh Pasoepati dan Bonek di tempat tersebut. Tanaman berjenis Apel Jowo itu sudah berumur lima tahun, seperti usia perdamaian Pasoepati dan Bonek. Pohon tersebut kini tumbuh subur dan tingginya sudah mencapai 2 meter.

Dalam akun facebook milik Presiden Pasoepati pertama, Mayor Haristanto, tertulis bahwa pohon cinta Pasoepati-Bonek ini merupakan simbol perdamaian yang terus dipelihara selamanya.

“Genap 5 tahun Pohon Cinta Pasoepati Bonek, 8 Januari 2011-2016. Pohon berjenis Apel Jowo kini sudah bertinggi dua meter hidup nyaman di pelataran markas lawas dan tempat kelahiran Pasoepati. Misi meneguhkan kembali persaudaraan Solo-Surabaya yang pernah pingget. Damailah suporter Indonesia,” demikian ditulis Mayor Haristanto.

Pasoepati dan Bonek seperti sulit dipisahkan dalam perjalanan kedua suporter ini. Surabaya adalah tempat pertama kalinya yang dikunjungi ribuan Pasoepati pada tahun 2000 silam untuk sekaligus kampanye perdamaian suporter.

Sebuah peristiwa berdarah terjadi pada 2010 silam, saat ribuan Bonek melewat wilayah Solo dengan menggunakan kereta api dan terjadi bentrokan dengan waga Kota Bengawan. Peristiwa ini kembali membuat hubungan kedua suporter renggang.

Namun, permusuhan yang begitu tinggi itu akhirnya hilang saat sejumlah Pasoepati kembali datang ke Surabaya untuk sebuah pertandingan Liga Primer Indonesia antara Persebaya kontra Solo FC ketika itu. Perdamaian kedua suporter pun disepakati dan terjaga hingga saat ini.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge