0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tempatkan ADHA, Dinsosnakertrans Dukung eks Puskesmas Stabelan

dok.timlo.net/red
Ilustrasi HIV/AIDS (dok.timlo.net/red)

Solo — Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo tetap mengusulkan bekas Puskesmas Stabelan sebagai lokasi penempatan anak dengan HIV/AIDS (ADHA). Lokasi itu dipandang tepat dibanding lokasi lainnya.

“Kenapa bekas Puskesmas Stabelan, karena itu lokasi aman. Untuk anak-anak aman. Lalu lintas tidak terlalu ramai, suasananya tenang dan tidak terlalu dekat dengan penduduk,” kata Kepala Dinsosnakertrans Solo, Sumartono Kardjo kepada wartawan, Jumat (8/1).

Sumartono mengungkapkan aspek resistensi penduduk tetap menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi penempatan ADHA. Meskipun Pemkot berharap semestinya tidak ada resistensi. Timbulnya resistensi tidak lepas dari kesan masyarakat yang salah terhadap ADHA.

“Saya sudah ngomong-ngomong dengan DKK (Dinas Kesehatan Kota), KPA (Komisi Penanggulangan Aids). Mungkin selama ini kita salah. Kita hanya menerangkan apa itu penyakit HIV/Aids, tetapi tidak dibandingkan dengan penyakir lain. Misal penularan. Jauh lebih kenceng TBC bila dibandingkan dengan HIV/AIDS. Lebih mudah penularannya. Kematiannya juga fifty-fifty, sama banyak. Hanya saja terkesan HIV tidak bisa diobati, TBC bisa diobati. Kan hanya kesannya saja,” beber mantan Direktur RSUD Ngipang ini.

Di sisi lain, Sumartono juga menyorot LSM Lentera yang menurutnya tidak konsisten. Jika serius menyerahkan ADHA kepada Pemkot semestinya diserahkan secara penuh. Kenyataanya Lentera mau menyerahkan 9 ADHA tetapi dengan syarat tertentu.

“Persoalan ini muncul kan manakala muncul UU 23/2014 ini yang tidak membolehkan penerima hibah harus berbadan hukum. Sebelum-sebelumnya ya nggak ada masalah karena bantuan mengalir,” ungkap dia.

Sementara, anggota Komisi IV Reny Widyawati mengatakan Pemkot sudah memiliki lokasi alternatif sebagai penampungan ADHA. Namun, lokasi alternatif itu sengaja tidak disebutkan untuk mencegah resistensi masyarakat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge