0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perbankan Siap Genjot Pembiayaan Dengan Program KUR

timlo.net/setyo pujis
Wakil Dirut BNI, Suprajarto (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Sejumlah perbankan siap menggenjot realisasi pembiayaan pada 2016. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi program kredit usaha rakyat (KUR) yang dialokasikan pemerintah untuk mendongkrak sektor produktif.

“Untuk BNI sendiri tahun ini kita menargetkan Rp 11,5 Triliun. Dari total anggaran KUR tersebut akan dialokasikan kedalam beberapa sektor yaitu mikro, ritel dan juga TKI,” ujar Wakil Dirut BNI, Suprajarto kepada wartawan disela penyerahan bantuan mobil kepada UNS, Jumat (8/1).

Dirinya mengatakan, BNI akan memberikan fokus terhadap pembiayaan ritel pada program KUR tahun ini. Sedangkan strategi yang akan dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan melalui SDM dan juga infrastruktur yang sudah ada.

“Kalau penambahan SDM mungkin tidak. Hanya saja kita akan memperbanyak outlet dan penerapan teknologi agar masyarakat mudah menjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BRI Slamet Riyadi Solo, Hari Setiono menyampaikan jika secara nasional BRI mendapatkan jatah anggaran KUR sebesar Rp 67,5 Triliun. Dari total anggaran tersebut dibagi kepada 69 cabang yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Kita optimis anggaran yang disediakan tersebut dapat terealisasi ditahun ini. Karena dari pengalaman tahun sebelumnya kita berhasil penuhi target,” terangnya.

Sedangkan untuk sekarang, Hari menjelaskan jika syarat penerima KUR jauh lebih mudah serta suku bunga yang ditetapkan jauh lebih ringan dari tahun lalu yaitu hanya 9 persen per tahun.

“Yang penting punya usaha dan sudah eksis selama 6 bulan terakhir. Dan sekarang ini tidak hanya masyarakat umum, tapi para karyawan bank pun juga bisa mengajukan program KUR jika memenuhi syarat,” tandasnya.

Dengan adanya kemudahan akses dan rendahnya suku bunga yang ditawarkan tersebut ia berharap jika masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan dana. Karena fokus dari KUR adalah untuk meningkatkan sektor produktif bukan konsumtif.

 

Wakil Dirut BNI, Suprajarto

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge