0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ISAC: Usut Dugaan Pelanggaran HAM oleh Densus 88

Ketua ISAC, Muh. Kurniawan (kiri) didampingi Sekretaris ISAC, Endro (kanan) menggelar jumpa pers menyikapi penangkapan terhadap AND du Masjid Baitussalam, Tipes, Serengan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Penangkapan anggota terduga jaringan teroris berinisial AND (17) yang dilakukan oleh anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akhir tahun kemarin, sangat disayangkan pihak keluarga. Bahkan, anggota keluarga melalui kuasa hukum mereka dari Islamic Study and Action Center (ISAC) akan mempermasalahkan kasus tersebut.

“Penangkapan ini telah melanggar hak-hak azazi manusia (HAM),” tandas Ketua ISAC, Muh Kurniawan kepada wartawan di Masjid Baitussalam, Tipes, Serengan, Solo, Jumat (8/1) siang.

Tak hanya dalam proses penangkapannya semata, kata Kurniawan, berdasarkan keterangan keluarga yang telah bertemu dengan AND di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, nampak sejumlah luka di tubuh anak mereka. Bahkan kondisinya sangat mengenaskan. Keluarga yang didampingi oleh Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Solo waktu itu diberi tiga surat pemberitahuan, yakni pemberitahuan penangkapan, surat perintah penahanan dan surat perintah penangkapan.

“Untuk berdiri saja susah. Juga terdapat luka lebam di sejumlah bagian tubuh,” kata Kurniawan.

Atas kejadian yang menimpa AND tersebut, ISAC meminta supaya Ketua DPR RI khususnya Komisi III memanggil Kapolri dan Kadensus 88 Anti Teror untuk dimintai keterangan terkait penyiksaan dugaan pelanggaran HAM UU No. 02/ 2002 tentang Polri. Disamping itu juga meminta Ketua Komnas HAM mengusut terjadinya dugaan pelanggaran HAM oleh Densus 88 Anti Teror.

“Kami juga meminta Kapolri mengevaluasi SOP dan personel Densus 88 agar lebih baik dan profesional supaya tidak ada lagi pelanggaran HAM,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge