0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

79 KK Tinggal di Daerah Rawan Longsor

dok.timlo.net/nanang rahadian
Salah satu daerah rawan longsor di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Memasuki musim penghujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar terus mengawasi zona rawan longsor. Sebanyak 79 kepala keluarga (KK) warga Karanganyar tinggal di zona rawan longsor tersebut.

“Sebanyak 79 KK tersebut tersebar di empat lokasi berbeda. Yakni 57 KK di Desa Koripan, Kecamatan Matesih, 12 KK di Desa Cumpleng, Kecamatan Ngargoyoso, 9 KK di Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, dan 1 KK di Desa Melikan, Kecamatan Ngargoyoso,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Nugroho, Jumat (8/1).

Nugroho menjelaskan, di Desa Koripan  hampir 1 RW dan lokasinya berada di bawah Bukit Ganoman. Begitu pula Desa Cumpelng berada di bawah bukit. Kedua bukit tersebut diketahui sudah retak. Sedangkan, di Desa Gerdu posisi tanah yang ditempati warga miring sekitar 40 derajat.

”Malahan di Melikan itu di bawahnya ada kampung. Tapi sejauh ini kami pantau masih aman,” imbuh Nugroho.

Dia mengaku baru akan mendata jumlah jiwa di zona rawan longsor tersebut. Hal itu seiring dengan meningkatnya intensitas hujan. Apalagi puncak intesitasnya hujan diperkirakan terjadi awal Januari.

”Alat peringatan dini (early warning system —Red) baru kita pasang di Melikan. Disana sudah ada retakan tanah sepanjang 1 km. Di lokasi lain kita siagakan relawan di pos pemantauan,” jelas Nugroho.

Pos pantau yang dimaksud berada Koramil Matesih yang sebelumnya juga didirikan pos serupa tahun lalu. Selain itu, pihaknya meminta aparat desa setempat untuk aktif mengupdate informasi. Jika terjadi pergerakan diminta langsung melapor ke BPBD atau pos tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge