0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Butuh Rp 27 M Untuk Pasar Nglano dan Pasar Matesih

Bupati Juliatmono meninjau Pasar Nglano (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Untuk pembiayaan pembangunan Pasar Nglano, Tasikmadu dan Pasar Matesih, Pemkab Karanganyar meminta bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 27 miliar. Pengajuan Bankeu disertai Detail Engineering Design (DED) pembangunan dua pasar tradisional itu.

“Di Pasar Nglano dibutuhkan Rp 16 Miliar sedangkan Pasar Matesih Rp 11 Miliar. Nantinya akan bangunan seluruhnya namun tetap satu lantai dengan penataan yang bagus,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kamis (7/1).

Selain Bupati membidik bantuan keuangan provinsi juga Dana Alokasi Umum (DAU) karena besarannya lebih banyak dibanding Dana Alokasi Khusus (DAK). Saat ini, tim teknis mulai memetakan kebutuhan lokasi untuk pasar darurat.

“Nantinya jika dibangun, pasar darurat bagi 1.200 pedagang Pasar Nglano akan menempati sebagian lahan yang saat ini dipakai hunian liar. Sedangkan 1.350 pedagang Pasar Matesih akan menempati lapangan desa,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM, Larmanto mengatakan APBD 2016 hanya mengalokasikan dana pemeliharaan bangunan pasar tradisional. Tentunya dana tersebut tidak cukup untuk pembangunan pasar.

“Semoga usulan ini disetujui pemerintah pusat maupun provinsi. Sebab, kondisi dua pasar itu memprihatinkan,” katanya.

Lurah Pasar Nglano, Suwandi mengatakan, bangunan Pasar Nglano belum pernah direnovasi sama sekali. Kerusakan terparah di bagian utara seperti lantai hancur, atap ambrol dan bangunan kios melapuk.

“Sebanyak 500-an pedagang aktif berjualan dari total yang tercatat 1.000 lebih,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge