0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kronologi Penangkapan Komplotan Perampok Swalayan

dok.timlo.net/tarmuji
Pelaku perampokan digiring ke Mapolsek Karangtengah (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Terkuaknya kasus perampokan Alfamart dan Indomart di Baturetno dan Giriwoyo, lantaran adanya kejadian kecelakaan tunggal yang terjadi di Desa Jeblogan, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri. Mobil Isuzu Station warna biru tua AD 1423 AG terperosok ke dalam parit dan penemuan senjata api (Senpi) rakitan yang ditemukan di dalam tas dalam mobil tersebut.

“Sesaat mendapat laporan, kita langsung meluncur ke Mapolsek Karangtengah untuk melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang diduga memiliki Senpi rakitan itu,” ungkap salah satu petinggi di jajaran Reskrim Polres Wonogiri, Kamis( 7/1).

Penangkapan pelaku Curat tersebut dipimpin langsung Kanit Resmob Polres Wonogiri Ipda Gala Rimba Sireang. Jajaran Reskrim Polsek Karangtengah, Baturetno dan Giriwoyo pun turut serta. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita satu pucuk pistol rakitan, obeng, linggis, tas dan dompet serta tujuh butir amunisi rakitan. Diamankan pula tiga unit sepeda motor jenis Honda Beat warna merah tanpa plat nomor, satu motor China warna orange, dan Honda Vario warna hitam. Sedang tiga orang yang diamankan yakni NK (20), MK(19) keduanya warga Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, dan BRS (22) warga Dusun Patuk Lor, Desa/Kecamatan Baturetno.

“Dari keterangan BRS itulah, menjadi¬† awal petunjuk kita dalam menangkap tersangka pelaku Curas,” jelasnya.

Sementara itu dari hasil pantauan wartawan media ini yang turut serta dalam penggerebekan pelaku Curas, diketahui bahwa terkuaknya kasus perampokan tersebut bermula, pada Selasa (5/1). Saat itu di wilayah Kecamatan Karang Tengah atau tepatnya di Desa Jeblogan terjadi kecelakaan tunggal, yakni sebuah minibus yang mengangkut dua karung kedelai terperosok ke dalam parit. Di dalam minibus itu ada NT (20), MK (19) warga Desa Gedawung, Kecamatan Baturetno dan pelaku Curat yakni BRS alias Bayu Gendeng, warga Dusun Patuk Lor RT1/RW1 Desa/Kecamatan Baturetno.

Dari pengakuan ketiganya, mereka baru saja membeli kedelai dari Gondosari, Kecamatan Punung, Pacitan, Jatim. Lantaran ingin menghemat waktu, mereka pun memilih jalan alternatif melalui jalur Gondosari-Mrayun-Karangtengah, kemudian menuju Kecamatan Baturetno. Namun di tengah jalan, kendaraan yang mereka gunakan terperosok ke dalam parit.

Nah, sesaat kemudian Bayu menelepon temannya, yang berdomisili di Dusun Kebonsari, Desa Kebonagung Kecamatan Punung, Pacitan, Jatim yakni Eko Yulianto,yang tak lain teman pelaku perampokan. Sedang NK dan MK tidak mengenal tersangka Yuli. Dengan menggunakan sepeda motor merek China warna orange, Eko Yulianto bersama MK mengangkut satu persatu kedelai bahan baku tahu itu ke Baturetno. Namun sebelumnya Yuli menitipkan tas warna merah kepada Bayu yang masih berada di lokasi.Eko Yulianto pun sempat mengantar MK kembali ke Karangtengah, kemudian dia pergi tanpa jejak.

Kemudian, warga menilisik adanya senpi rakitan, obeng dan linggis di dalam tas warna merah. Lantaran curiga, warga sekitar yang mengetahui pun melaporkan ke Mapolsek Karangtengah. Laporan itu pun ditindaklanjuti polisi, akhirnya tim Reskrim tiba di lokasi guna melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap ketiganya.

Pemeriksaan pun dimulai dari pukul 21.3O WIB hingga pukul 01.00 dinihari. NK dan MK sempat pula diperiksa, BRS pun sempat berbelit-belit,namun berkat keuletan jajaran Resmob, akhirnya BRS mengakui perbuatannya selama ini. Dia juga diperiksa dan dicocokkan dengan rekaman CCTV yang terekam di dua TKP, akhirnya sekitar pukul 02.00 dinihari, BRS mengakui keterlibatannya dalam kasus perampokan di Baturetno dan Giriwoyo dan mencatut beberapa nama, di antaranya EY, WAS, serta AR.

Dengan berbekal keterangan BRS itulah akhirnya menjelang Subuh, polisi berhasil menangkap EY (Eko Yulianto)(30) dan WAS (18) di rumahnya yakni di rumah istrinya di Dusun Kebonsari RT2/RW12 Desa Kebonagung, Kecamatan Punung, Pacitan, Jatim.

Asal tahu saja, EY dan WAS tinggal satu rumah. WAS (18) merupakan anak tiri dari EY. Dari dalam rumah EY, polisi menyita amunisi rakitan sebanyak tujuh butir dan dua motor yang diduga sebagai sarana dalam melancarkan aksi jahatnya.

Kemudian, tepat pukul 06.30 WIB atau Rabu (6/1) pagi, tim kembali bergerak, dengan menggunakan tiga unit mobil pribadi, menuju rumah AR, pelajar kelas III sebuah SMK swasta di Kecamatan Baturetno ini pun ikut diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Lalu polisi juga mengamankan warga Desa Tenggar, Karangtengah berinisial JW (45) yang terkait kepemilikan amunisi yang ditemukan polisi di rumah Eko Yulianto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge