0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal Tahun, 7 Kasus DBD, 2 Korban Meninggal

dok.timlo.net/nanin
Pemberian abate di bak penampungan air untuk mengantisipasi demam berdarah (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Demam berdarah dengue (DBD) kembali merebak di wilayah Boyolali. Awal tahun 2016 ini, tercatat ada 5 kasus dan dua penderita meninggal dunia akibat terlambat tertanggani. Puncak serangan DBD diperkirakan hingga bulan Maret mendatang.

“Dua korban meninggal dunia masih anak-anak, berasal dari Teras dan Musuk,” kata Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ahmad Muzayin, Kamis (7/1).

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk ekstra waspada, menyusul serangan DBD masih akan berlangsung hingga bulan Maret. Kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca, dimana saat ini hujan jarang turun meski sudah memasuki musim penghujan. Hal ini membuat nyamuk Aedes Aigypti mudah sekali berkembang biak.

“Kita himbau masyarakat tetap membudayakan pola hidup sehat dan bersih,” tambah Muzayin.

Di antaranya dengan selalu melakukan 3 M (Menguras, Mengubur dan Menutup). Selain itu juga pemberian abate ke tempat penampungan air, terutama bak mandi. Yang lebih penting lagi, masyarakat diminta untuk tidak gonta ganti dokter, sehingga memudahkan untuk dilakukan penangganan.

“Keterlambatan penangganan, biasanya disebabkan sering berganti-ganti dokter, sehingga diagnosa lambat,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge