0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Usung Konsep Funky Junk, Manfaatkan Barang-barang Recycle

foto: David
Uncle Bear (foto: David)

Timlo.net – Membuka sebuah usaha baru di bidang kuliner tidak harus selalu menggunakan barang serba baru hanya untuk sekedar menarik perhatian pelanggan. Dengan barang-barang bekas dengan sedikit sentuhan akhir di tangan orang yang tepat, bisa menghasilkan setup ruang yang sangat artistik.

Soni Alexander Gunawan, pria yang tinggal di daerah Kecamatan Colomadu, Karanganyar ini ­memang baru satu tahun terakhir ini menggeluti dunia ­barang-barang recycle. Namun dari barang yang dianggap sampah, ­ditangannya disulap menjadi ­barang ­bernilai ekonomi ­sangat tinggi, dan dia ­namai upcycle.

“Awalnya saya dipaksakan untuk membuat event promo atau apapun yang berhubungan dengan dunia entertainment, dari situ saya mau tidak mau ingin mencari hal yang beda dan secara otomatis bergelut dengan dunia interior,” kata pria paruh baya yang biasa dipanggil Wawan, kepada TimloMagz, belum lama ini.

Dengan modal pengalaman di duania entertainment yang sudah cukup lumayan lama, Wawan tidak ingin yang biasa atau sekedar mengikuti tren saat itu. Setelah mencoba beberapa kali dengan berbagai desain, akhirnya ketemulah sebah desain interior dengan tema upcycle style.

Konsepnya sederhana, dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang diolah menjadi sebuah barang dengan fungsi berbeda, namun memiliki citarasa sangat berbeda. Tidak terbayangkan sebelumnya, sebuah tong berubah menjadi sofa, dan bak truk disulap menjadi sebuah meja.

“Semua saya yang berimajinasi sendiri, naluri saya mulai jalan setelah melihat beberapa refrensi, namun saya kalau boleh mengatakan itu masih belum maksimal, dan saat itulah saya mulai menggunakannya untuk membuat setup kafe, di berbagai daerah,” ugkapnya.

Dari membuat setup untuk orang lain, muncullah ide untuk membuat kafe sendiri dengan barang-barang yang dibuat sendiri. Dan hasilnya bisa dikatakan cukup membuat mata tidak bisa berhenti memandangi setiap sudut ruangan. Kafe yang dinamai, Uncle Bear yang berada di Jalan Veteran, Solo ini mengusung konsep Funky Junk.

Entah apa yang di benak siempunya kafe ini. Yang jelas semua barang yang ditempel di dinding dan perabotan kafe tidak terlihat seperti sampah (Junk). Justru menjadi sebuah pengalamn baru bagi pengunjung untuk menghabiskan malam dengan sahabat di kafe dengan suasana berbeda.

“kami menawarkan sensasi bagi temen-temen untuk menikmati aneka masakan dan minuman kami dengan suasana yang beda dari bisanya, di sini bisa duduk di sofa dari tong bekas, meja dari bak kayu, lampu dari ember, dan hiasan dinding dari berbagai barang yang saya pikir cukup menarik,” ujarnya.

Konsep Funky Junk ini juga sebagai salah satu cara dari owner kafe untuk kembali mengingatkan kita ke masa lalu dengan sejumlah barang dari masa lalu yang sekarang sudah tidak lagi dipakai. Seperti bor manual, mesin jahit manual, dan juga setrika arang dan benda dari masa lalu lainnya yang sudah dilupakan.

Baru setup ruangan saja sudah cukup membuat pengunjung merasakan sebuah suasana di dunia yang sangat berbeda. Ditambah lagi segala menu masakan yang diracik oleh chef yang cukup berpengalaman dengan kuliner mancanegara dan domestik yang patut dicoba.

“Menu-menu di sini semua fusion, jadi bisa saya katakan untuk se Soloraya tidak akan ada yang sama dengan menu punya kita, dan ini gabungan anatara menu western dengan lokal dan asia, jadi sangat recomended bagi siapa­pun,” tandasnya.

Bisa disimpulkan, Kafe Uncle Bear dengan mengusung konsep Funky Junk dan Fusion Food cukup recomended untuk dicoba. Selain menikmati menu yang dijamin tidak akan ditemukan di tempat lain, setup ruangan juga sudah cukup membuat suasana menjadi lebih hangat.

 

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge