0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Hujan, Sejumlah Kecamatan di Wonogiri justru Kekeringan

Lahan pertanian di beberapa kecamatan di Wonogiri mengering akibat curah hujan rendah (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Hampir tiga minggu belakangan tidak turun hujan, akibatnya proses tanam padi di musim tanam pertama tahun 2016┬átidak bisa maksimal. Sejumlah lahan pertanian di beberapa kecamatan di Wonogiri pun mulai mengering. Tak hanya itu, ratusan hektar lahan palawija terancam mengering.

“Kalau dalam sepekan ini tidak ada hujan, kemungkinan tanaman palawija dan padi akan mengering,” ungkap Camat Pracimantoro, Warsito, Kamis (7/1).

Menurutnya, lahan pertanian yang saat ini dalam masa-masa krisis ada sekitar 300 hektar. Air dari sungai pun belum maksimal, sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk sarana irigasi. Pasalnya, curah hujan di awal musim penghujan ini terbilang rendah.

“Padahal sudah musim hujan, tapi kok intesitasnya rendah, melihat seperti tahun lalu, bulan-bulan seperti ini kan harusnya curah hujan tinggi. Kalau mau mengambil air menggunakan mesin pompa, air sungai juga belum bisa,” katanya.

Hal demikian diamini petani asal Kecamatan Baturetno, Sardi. Menurutnya, lahan yang sudah disiapkan untuk tanam padi, kini kembali mengering dan terlihat retak-retak. Lahan pertanian tadah hujan miliknya seolah-olah kembali seperti musim kemarau.

“Sedianya itu tinggal menunggu cukup umur bibit padi yang disemai,tapi tiba-tiba hujan menghilang sampai saat ini,ya lahan yang disiapkan nelo,” jelasnya.

Bibit padi yang disemai kini sudah melebihi umur tanam. Idealnya bibit padi yang siap tanam berumur sekitar 26-28 hari, tapi kini telah melebihi 35 hari. Ditambahkan, biaya penggarapan sawah pun sudah menghabiskan jutaan rupiah.

“Ya kalau tidak ada hujan, kita merugi, Mas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge