0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Begal Didor, Tewas Kehabisan Darah di RS

Ilustrasi Mayat
Ilustrasi Mayat ()

Timlo.net — Hardiansyah (19) dan Imran (16), dua pelaku begal tidak berdaya setelah dilumpuhkan tim Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Makassar yang dipimpin Kepala Unit (Kanit) Resmob Polrestabes AKP Edy Sabhara, Selasa (5/1) kemarin petang.

Tembakan yang mengenai paha dan betis Hardiansyah lalu tembakan juga di paha, perut dan tangan Imran membuat keduanya kehabisan darah setiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. Nyawa keduanya pun tidak tertolong.

AKP Edy Sabhara mengatakan, kedua pemuda pengangguran ini adalah pelaku begal di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda. Hardiansyah diringkus di Jalan Daeng Muda, Makassar sekira pukul 17.00 WITA. Dia adalah pelaku begal di sejumlah tempat di antaranya di Jalan Kelapa 3, Mei 2015 lalu dan berhasil membawa kabur tas berisi uang tunai senilai Rp 40 juta, kalung dan cincin emas totalnya seberat 30 gram.

Lalu Juli 2015 bersama dua rekannya, Enal dan Randi menjambret ponsel merk samsung warna hitam milik korbannya. Kemudian Agustus 2015, menggondol peralatan motor di Jalan Dangko.

Sementara, Imran diringkus di kompleks BTN Tabaria, depan kantor Lurah Makassar pukul 16.30 WITA. Saat itu Imran bersama dua orang komplotannya bernama Riswan dan Ariel tertangkap tangan melakukan penghadangan lengkap dengan samurai dan badik terhadap dua orang warga yakni seorang anggota satpol PP bersama kawannya. Imran berboncengan dua rekannya dengan satu sepeda motor.

“Hardiansyah diringkus di rumahnya. Selanjutnya pelaku ini dibawa untuk pengembangan namun di tengah jalan berusaha melarikan diri setelah pecahkan kaca mobil sebelah kiri dengan cara ditendang. Tembakan peringatan dikeluarkan namun tidak dihiraukan oleh pelaku. Terpaksa dia dilumpuhkan dengan tembakan di paha, betis,” kata Edy, Rabu (6/1).

Pelaku kemudian di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. “Namun pada saat di RS Bhayangkara, pelaku meninggal dunia karena kehabisan darah. Pelaku ini masuk daftar DPO sejak Mei 2015,” jelas AKP Edy Sabhara.

Sementara kronologis penangkapan Imran, kata Edy, saat bersama dua rekannya itu Riswan dan Ariel lakukan penghadangan dan ketahuan personil tim Resmob langsung keluarkan tembakan peringatan.

“Para pelaku mencoba lakukan perlawanan dengan menggunakan samurai dan badik. Saat hendak diringkus, pelaku tetap mendekat dengan senjata tajamnya sehingga anggota melepaskan tembakan ke arah pelaku atas nama Imran,” lanjut Kanit Resmob Polrestabes Makassar ini seraya menambahkan, Imran tetap lakukan perlawanan dan berusaha menebas anggota sehingga tembakan kembali dilepaskan karena posisi anggota terdesak. Imran akhirnya terjatuh.

Sementara Riswan juga berusaha melawan namun berhasil diringkus dengan tangan kosong. Sempat berkelahi dengan petugas. Adapun Imran setelah tertembak, dibawa ke RS Bhayangkara namun juga meninggal dunia setiba di rumah sakit Ariel yang stay di sepeda motor berhasil kabur dan kini buron polisi.

“Baik Imran, Riswan, Ariel, ketiganya residivis, sudah bolak balik masuk tahanan,” tegas AKP Edy Sabhara.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge