0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angkot Pelat Hitam Terancam Tak Bisa Beroperasi

Ilustrasi Angkutan Umum (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil alih pengelolaan terminal tipe B dari pemerintah kabupaten/kota, salah satunya Terminal Tawangmangu. Namun rencana tersebut bakal membawa korban. Sejumlah pengusaha angkot pelat hitam terancam tersingkir dari terminal.

“Selama ini angkot plat hitam masih boleh masuk Terminal Tawangmangu. Tapi saya tidak yakin angkot plat hitam masih boleh masuk jika pengelolaannya diambil alih Pemprov,” kata Kabid Angkutan Dishubkominfo Karanganyar, Rusdiyanto Selasa, Rabu (6/1).

Sesuai aturan, hanya angkutan umum berijin trayek sah saja yang boleh masuk ke terminal. Saat Terminal Tawangmangu dimiliki Pemprov, bukan tidak mungkin trayek antarprovinsi juga masuk ke terminal tersebut dan beroperasi di sekitarnya. Rusdiyanto mengatakan, pengusaha angkot plat hitam bakal makin terpuruk lantaran tak memiliki tempat parkir dan kehilangan penumpang.

“89 Pemilik angkot plat hitam Tawangmangu yang diwadahi SPTI (Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) telah dikumpulkan. Persoalan itu juga disampaikan,” katanya.

Dalam forum tersebut, lanjutnya, Dishubkominfo menyarankan pengusaha angkot plat hitam segera mengurus badan hukum untuk memenuhi syarat legalisasi angkutan umum. Namun hal ini belum direspons positif. Sebaliknya, SPTI justru meminta Pemkab membangunkannya terminal wisata.

“Hasil pembahasan di forum itu disampaikan ke bupati. Terutama pengajuan terminal wisata. Para pengusaha angkot merasa akan lebih bebas dalam mencari nafkah apabila masuk ke terminal wisata milik Pemkab,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge