0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Instalasi Pipa di Atas Kali Woro Bocor, Pasokan Air Tersendat

timlo.net/aditya wijaya
instalasi pipa air yang menghubungkan Desa Balerante dengan Sidorejo, Kecamatan Kemalang di atas Kali Woro (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sebuah instalasi pipa air yang menghubungkan Desa Balerante dengan Desa Sidorejo di Kecamatan Kemalang, kaki Gunung Merapi mengalami kebocoran. Akibatnya, pasokan air bersih di Desa Sidorejo menjadi berkurang.

“Bocornya sekitar seminggu yang lalu. Tidak terlalu besar mas, tapi mengurangi debit air dari bak air di Balerante menuju Sidorejo hingga 50 persen,” ujar salah seorang relawan Desa Balerante, Jack Donald, Rabu (6/1).

Dijelaskan, kebutuhan air desanya berasal dari Umbul Bebeng, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Selain menyuplai Glagaharjo, air Bebeng juga menjadi tumpuan warga tiga desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, yakni Desa Balerante, Sidorejo, dan Panggang.

“Pipa ini dibangun sejak tahun 1977 oleh Yayasan Dian Desa. Kemudian diperbaiki kembali pada 2006 dan 2010 paska erupsi Merapi. Dari bak penampungan, air dapat dinikmati empat Dukuh di Sidorejo, yakni Karang, Bono, Butuh, dan Dadapan Semunu. Jika kemarau panjang engga ada yang beli air karena mengandalkan ini,” jelasnya.

Dari bak penampungan air utama pemukiman warga kawasan Obyek Wisata Deles Indah itu, lokasi pipa bocor berjarak sekitar 500 meter dengan melalui jalan setapak terjal dan semak belukar. Tiba di lokasi, pipa yang berada di tengah jurang itu terlihat menyemburkan percikan air kurang lebih satu meter yang membasahi beberapa penambang pasir manual dibawahnya.

Namun begitu pipa yang bocor tidak serta merta bisa diperbaiki. Pasalnya, pipa membentang kurang lebih 200 meter dari bibir jurang. Sedangkan dari dasar Kali Woro diperkirakan berketinggian 40 meter. Adapun diameter pipa yang tampak aus itu sekitar satu depa tangan orang dewasa.

Hal serupa juga disampaikan seorang warga lainnya, Dalinu (50). Ia mengatakan, setelah pipa tersebut bocor pasokan air bersih di kediamannya berkurang. Sehingga dirinya pun merogoh kocek membeli air tangki.

“Keluarnya Ngiler (seperti air liur), cuma sedikit. Ya terpaksa beli air tangki dari bawah,” ucap pemilik Hotel Shinta itu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge