0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Bencana, Warga Bentuk SIBAT

dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Banjir menggenangi jalan di Solo beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/red)

Solo — Kelurahan Sangkrah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo, siapkan pasukan siaga bencana banjir. Persiapan ini dilakukan dengan melihat semakin tingginya intensitas hujan di kawasan Kota Solo dan sekitarnya.

“Berbagai upaya kita lakukan, agar supaya tidak lagi terjadi banjir, namun jika memang benar terjadi, kita memiliki tim yang siap diterjunkan ke masyarakat,” ungkap Lurah Sangkrah, Singgih Bagjono, Rabu (6/1).

Dikatakan, tim ini terdiri dari perwakilan tiap RW, dan beranggotakan sekitar 30 orang. Tim ini telah mendapatkan pelatihan khusus dari PMI tentang berbagai spesialisasi kebencanaan, diantaranya adalah pemetaan daerah bencana, pertolongan pertama korban bencana, koordinasi penanganan bencana, evakuasi dan transportasi bencana, serta dapur umum.

“Semuanya sudah diberikan pelatihan dan materi kebencanaan. Selain itu bukan hanya baru-baru ini saja, kita sudah melakukan pelatihan sejak pertengahan 2015,” katanya.

Tim yang diberi nama SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) ini kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga bisa memiliki sumberdaya manusia lebih banyak. Kalau memungkinkan, kata Singgih setiap RT ada perwakilan sebagai anggota Tim.

Dijelaskan, secara letak, Kelurahan Sangkrah memang diapit oleh dua sungai, yakni sungai Tegal Konas dan sungai Pepe. Dari kedua sungai inilah, biasanya banjir bermula, dan masuk ke rumah-rumah penduduk. Kawasan Sangkrah juga kerap menjadi langganan banjir, dan ditetapkan rawan oleh pemerintah kota Solo.

“Kita diapit oleh sungai ini, nah sungai ini bermuara ke Bengawan Solo, karakteristik banjir yang terjadi di Sangkrah ini adalah genangan lumpur dan air. Jika dua sungai itu meluap, maka otomatis air masuk ke pemukiman, setelah itu menunggu bengawan surut, banjir juga ikut surut,” kata dia.

Dia mengatakan, selama ini tim SIBAT telah mendapatkan beberapa kali pelatihan. Dirinya berharap pelatihan-pelatihan itu bisa ditingkatkan, sehingga skil yang dimiliki oleh tim SIBAT juga bisa berkembang.

“Harapannya, jika benar-benar terjadi banjir, bisa segera diatasi, dikoordinasi oleh masyarakat sendiri. Skil perorangan dan kelompok juga harus bisa ditingkatkan, sehingga benar-benar mampu dan tangguh menghadapi bencana,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge