0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Turun, Sopir Angkot Ogah Turunkan Tarif

Dok. Timlo.net/Agung
Angkutan Kota Sragen (Dok. Timlo.net/Agung)

Sragen – Paska pemberlakuan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah, sejumlah pengemudi angkutan di Sragen masih enggan untuk menurunkan tarif. Alasannya, penurunan tarif tidak diikuti dengan harga-harga kebutuhan pokok lain, sehingga kalau tarif dipaksakan turun bisa mengancam keberlangsungan hidup sopir angkot.

“Kalau diminta menurunkan tarif tidak bisa, karena bensin turunnya Cuma Rp 150. Sementara harga harga spare part dan barang kebutuhan lain tidak turun,” kata Ketua Paguyuban Angkuta 01 Kota Sragen, Samiyo.

Samiyo menuturkan, para pengemudi angkutan kota sudah sepakat untuk tidak menurunkan tarif. Dia beralasan, perubahan tarif bisa dilakukan kalau penurunan harga BBM baik naik atau turun berkisar sampai Rp 1.000.

Hal sama disampaikan Senada, pengemudi minibus jurusan Sragen-Gondang-Jambeyan yang berbahan bakar solar, juga tidak bakal menurunkan tarif. Padahal untuk solar penurunannya sebesar Rp 750. Namun dia tetap memkai tarif yang berlaku saat ini dengan alasan jumlah penumpang cuma sedikit, bahkan mengalami penurunan.

“Tarifnya Sragen-Jambeyan tetap Rp 10.000 dan kami tak akan menurunkan. Karena penumpang juga sepi, bisa rugi nanti,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge