0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Durian Merica Boyolali, Ada Rasa Pedas dan Pahit

doktimlo.net/nanin
Pedagang durian di Boyolali (doktimlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah petani durian mengeluhkan turunnya hasil panen, menyusul banyaknya bunga dan bakal buah yang rontok akibat hujan. Meski begitu, kualitas durian lebih bagus dibandingkan panen tahun kemarin.

“Biasanya satu pohon bisa menghasilkan 100 buah, tapi sekarang hanya 40 sampai 50 buah saja,” kata petani Durian asal Mojosongo, Mulyono, Rabu (6/1).

Menurut Mulyono, saat kemarau kemarin, bunga dan bakal buah sangat banyak. Namun begitu memasuki musim penghujan, buah durian banyak yang rontok dan membusuk. Sebagian petani banyak yang menyelamatkan buah durian dengan cara mengikat mengunakan tali plastik agar tidak rontok.

“Ya harapan kita yang belum matang, bisa bertahan hingga matang,” tambahnya.

Sementara itu, meski belum memasuki masa panen, sejumlah pedagang durian mulai bermunculan di wilayah Kota Boyolali. Salah satunya Sardiyono, mengaku dalam sehari bisa menjual 50 hingga 100 buah durian. Hanya saja, karena stok di petani langka, harga durian masih mahal. Untuk ukuran kecil, dibandrol Rp 20 ribu sedangkan untuk ukuran besar dijual Rp 100 ribu.

“Harganya masih mahal, tapi banyak yang beli, karena rasanya masih manis,” ujar Sardiyono, ditemui di lapaknya selatan Tugu Jam.

Diakui, durian yang dijual seperti jenis Simus, Merica dan Ketan, paling laris. Selain legit, durian asli Boyolali, mempunyai rasa khas. Seperti misalnya, durian jenis merica, ada rasa pahit dan pedas. Pembeli sendiri selain lokal Boyolali, banyak juga yang berasal dari luar kota, seperti Soloraya, Salatiga dan Magelang.

“Kalau yang merica, baru ada panen tahun ini,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge