0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Arca Boyolali Sudah Overload

dok.timlo.net/nanin
Petugas rumah arca Boyolali sedang melakukan perawatan benda cagar budaya (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Rumah arca di Taman Kota Kridanggo, Boyolali, kondisinya sudah tidak mampu lagi menampung temuan benda purbakala. Akibatnya, banyak benda purbakala yang dibiarkan masih di lokasi dan disimpan di rumah penemu. Setidaknya ada ratusan benda purbakala yang masih tercecer di luar.

“Ini sudah overload, kalau untuk menampung temuan di 19 kecamatan, jelas tidak mampu,” kata petugas Rumah Arca, Giyanto, Rabu (6/1)

Saat ini, koleksi Rumah Arca sendiri tercatat ada 200-an dalam berbagai bentuk. Seperti patung Dewa Syiwa, Ganesha, Nandini, Lingga dan Yoni. Sebagian diantaranya diletakkan di luar rumah arca. Koleksi benda purbakala ini ditemukan mulai tahun 1991-2015 didapat dari berbagai wilayah di Boyolali. Seperti di Banyudono, Mojosongo, Sawit dan Teras.

“Yang sudah disimpan di Rumah Arca, sudah terindentifikasi, seperti asalnya dari jaman apa dan abad berapa,” ujar Giyanto.

Sementara, untuk benda purbakala yang masih berada di lokasi, diakui ada beberapa kendala, selain Rumah Arca yang sudah overload. Kendala tersebut justru berasal dari masyarakat sekitar, dimana tidak mengijinkan petugas untuk mengambilnya.

“Biasanya karena ada kepercayaan di masyarakat, seperti benda tersebut keramat,” tambahnya.

Rumah Arca Boyolali selama ini sering dikunjungi masyarakat dan pelajar. Untuk perawatan arca-arca yang tersimpan, petugas membersihkan dengan air dan sikat. Langkah ini dilakukan agar arca tidak rusak karena kotor.

“Untuk Boyolali kebanyakan dari jaman Hindu Budha abad 7 Masehi dan 8 Masehi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge