0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Makan Coklat Dan Steak Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

Dok: Timlo.net/ bbc.co.uk
Steak. (Dok: Timlo.net/ bbc.co.uk)

Timlo.net—Menurut seorang ahli nutrisi masyarakat harus mulai meninggalkan diet di mana mereka hanya makan sayuran dan berpantang makanan seperti es krim dan steak. Kebanyakan diet yang ada saat ini ditakdirkan untuk gagal karena terlalu ketat dan menu makanan dalam diet tidak memiliki cukup lemak, kata ahli nutrisi Harvard University, Dr. David Ludwig.

Diet rendah lemak biasanya mengganti lemak dengan karbohidrat dan gula. Diet semacam ini justru memicu lingkaran setan dengan membuat tubuh berada dalam mode kelaparan.Pada akhirnya tubuh memberontak walaupun kita memiliki keinginan kuat, tulis David dalam buku barunya, “Always Hungry?”. Akibatnya berat badan kita kembali seperti saat sebelum kita diet dan kita justru terjebak dalam diet yo-yo.

Dr. Ludwig berkata kepada Dail Mail jika diet rendah lemak justru memicu epidemik obesitas serta meningkatkan penyakit kardiovaskular.

Dia beranggapan jika teori yang menyatakan jika lemak tinggi kalori harus dikurangi karena semua kalori dianggap sama adalah kesalahan. “Dengan diet rendah lemak, Anda ditakdirkan untuk gagal,” katanya.

Kesimpulannya didasarkan pada penelitian selama 20 tahun. Ludwig juga mengutip sebuah penelitian tahun 2012, di mana masyarakat justru membakar 325 kalori lebih rendah saat menjalani diet rendah lemak dibandingkan mereka yang memiliki pola makan tinggi lemak. Hal ini karena tubuh manusia berkembang menjadi super efisien saat makanan jarang ditemukan. Selain itu kita dirancang untuk mencari makanan untuk bertahan hidup.

Menurutnya, rahasia diet yang berhasil adalah makan makanan lezat dan banyak supaya tubuh memperoleh kalori yang cukup dan tidak kelaparan. Contoh makanan yang Ludwig dan istrinya Dawn, yang juga seorang koki, makan meliputi steak domba, pie, sayuran dan steak.

Menu pencuci mulut bisa dibuat dengan tambahan saos coklat buatan sendiri menggunakan coklat murni atau krim selama tidak ditambahi gula. Tapi kita tetap perlu memotong konsumsi gula dan karbohidrat olahan. Gula dan karbohidrat olahan bisa membuat sel lemak menyimpan kalori.

Dr. Aseem Malhotra, seorang ahli kardio dan penasehat dari the National Obesity Forum, menyambut baik pendekatan Dr. Ludwig. Dia berkata: “Diet rendah lemak adalah salah satu bencana terbesar dalam pengobatan modern dan dalam pandangan saya memicu epidemik obesitas. Sekarang waktunya kita berhenti menghitung kalori dan makan makanan sungguhan.”

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge