0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seniman Muda Surakarta Pentaskan Brawijaya Paras

dok.timlo.net/tyo eka
Ketoprak Seniman Muda Surakarta (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS) akan menggelar pentas ketoprak mengangkat lakon Brawijaya Paras di Gedung Kesenian Taman Balekambang, Solo, Sabtu (9/1).

Koordinator KSMS, Tatag Prihantoro menjelaskan, lakon Brawijaya Paras, tergolong kisah yang kontroversial dan jarang dipentaskan di wilayah Soloraya.

“Dalam kisah sejarah yang sering kita baca, maupun dalam pentas ketoprak, Majapahit runtuh akibat diserang  Raden Patah  dari Demak Bintara, yang tidak lain adalah putra Prabu Brawijaya sendiri dari garwo selir,” jelas Tatag.

Dalam versi ini, Raden Patah, difigurkan sebagai anak yang durhaka, karena berani melawan  bapaknya sendiri. Namun sumber  lain, Raden Patah menyerang  Majapahit, karena Majapahit dikuasai prabu Girindra Wardana dari Kediri. Dalam versi ini Raden Patah difigurkan sebagai anak yang berbakti pada orang tua.

Karena Raden Patah berhasil menyelamatkan sang Ayahanda. Brawijaya tertarik dengan ajaran Islam. Oleh Sunan Kalijaga, Brawijaya dibimbing untuk memeluk agama Islam. Sebagai simbol masuk Islam, rambutnya diparas, atau dipotong. Namun saat akan diboyong ke Demak Brawijaya tidak bersedia, tetap ingin tinggal di Gunung Lawu, dengan sebutan Sunan Lawu. Naskah Brawijaya Paras yang pertama kali akan dipentaskan KSMS,  ditulis oleh Dosen Akuntansi Unisri, Suharno dan disutradarai Meteor Slank.

“Kami akan berusaha seoptimal mungkin, menterjemahkan naskah ini di atas panggung. Karena ini tergolong lakon berat, sarat dengan intrik dan politik. Kami harus meramu, agar mudah dimengerti, dan enak dinikmati sebagai sajian hiburan. Kami juga sadar, mengangkat lakon Brawijaya Paras akan menimbulkan kontroversi  di tengah masyarakat, “ ungkap Meteor Slank.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge