0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besok, KBPH Suryodilogo Dinobatkan sebagai Paku Alam X

dok.merdeka.com
Geladi bersih Jumenengan Paku Alam X (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Rakyat Yogyakarta tak lama lagi akan menyaksikan Jumenengan Paku Alam X. Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo akan dilantik menjadi Paku Alam X menggantikan ayahandanya, Raden Mas Haryo Ambarkusumo atau Paku Alam IX yang wafat pada 21 November 2015 lalu.

Sejumlah acara pun sudah dipersiapkan untuk pelestarian ada kebudayaan Yogyakarta ini. Hajatan akbar tersebut pun dipersiapkan tidak seadanya. Penobatan ini disiapkan dengan seksama dan khidmat supaya tidak ada yang luput setiap detik prosesinya.

Sejak Minggu 3 Januari lalu, Pura Pakualaman sudah menggelar gladi bersih untuk kirab dan Jumenengan. Namun tidak sampai di situ, persiapan lainnya juga tetap dilakukan, seperti mempercantik Pura Pakualaman, latihan penari hingga pemain gamelan.

Selasa 5 Januari sore, Pura Pakualaman tampak ramai. Tenda-tenda sudah mulai dipasang dan para penari pun berlatih di bangsal utama.

“Kami berlatih sudah hampir sebulan yang lalu,” kata Anggun Herliani salah seorang penari Bedaya Angron Akung yang akan tampil di depan Paku Alam X pada 7 Januari mendatang.

Anggun pun mengaku sangat antusias, sebab belum tentu seumur hidup sekali mendapat kesempatan untuk menari di acara Jumenengan Paku Alam X. “Grogi rasanya, tapi juga senang karena mendapat kesempatan ini,” tambahnya.

Sementara itu Nyimas Tumenggung Probonegoro, pelatih tari menjelaskan, tari Bedoyo Angron Akung bercerita tentang pencarian jati diri seseorang. Dalam tarian yang diciptakan Paku Alam II tersebut ada simbol kemakmuran dan kesuburan.

“Jumlah penari ada 7 perempuan. Kalau dulu semuanya harus perawan, kalau sekarang tidak seperti itu,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge