0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perempuan Paruh Baya Tipu Juragan Beras 4,5 Ton

dok.timlo.net/gg
Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Solo — Sri Mulyani (40), perempuan paruh baya asal Boyolali terpaksa harus berhadapan dengan hukum lantaran nekat menggondol beras seberat 4,5 ton milik seorang juragan beras di Pasar Legi, Ali Wiyono.

“Orangnya mudah bergaul, awalnya juga ngecer tapi pembayaran lancar. Nah, saat membeli beras dalam partai besar itu, justru pembayaran seret,” terang korban saat ditemui wartawan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (5/1) siang.

Informasi yang dihimpun, Sri Mulyani kenal dengan korban terhitung sejak lima tahun silam. Waktu itu, tersangka datang untuk membeli beras secara eceran. Seiring jalannya waktu, Sri Mulyani akhirnya berani mengambil beras dengan partai besar seberat 1 ton dengan menghutang. Korban, waktu itu tidak merasa curiga lantaran Sri telah dinilai dekat dan memiliki sifat mudah meyakinkan korban.

Sebenarnya, korban sudah melupakan kejadian tersebut. Namun belakangan hari terakhir, dirinya kembali mengingat memiliki uang yang dibawa oleh tersangka. Dengan bantuan seorang kerabatnya yang bekerja di kepolisian, akhirnya Ali mampu melacak keberadaan tersangka. Saat bertemu dengan tersangka, Ali langsung menagih uang beras yang dibawa tersangka. Total keseluruhan beras yang telah dibawa tersangka mencapai 4,5 ton dan total kerugian mencapai Rp 36 juta.

“Setelah saya lakukan penelusuran, dia ketemu dikawasan Boyolali Kota,” terang Ali.

Tersangka mengaku tak mampu membayar utang beras lantaran sudah bangkrut. Ia menepis tudingan polisi yang menyebutnya sebagai penipu.

“Namanya jualan itu ya biasa bangkrut. Saya enggak punya uang lagi, masak disuruh bayar hutang,” aku tersangka.

Penasihat hukum Sri Mulyani, John Ferry Situmeang, mengatakan tuduhan penipu kepada kliennya sangat tak mendasar. Menurutnya, yang dilakukan kliennya ialah wanprestasi lantaran tak mampu membayar utang.

“Mestinya masuk perkara perdata, bukan pidana. Utang piutang kok dijerat pidana,” paparnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge