0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKS Klarifikasi Pertemuan Jokowi-Sohibul Iman

dok.merdeka.com
Hidayat Nur Wahid (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pertemuan antara Presiden PKS Sohibul Iman dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diklaim hanya sekedar silaturahmi biasa. PKS tetap bersama Koalisi Merah Putih (KMP) dan tak bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah.

“Pertemuan itu adalah murni silaturrahim PKS sebagai bagian dari elemen bangsa kepada Kepala Negara. Sekaligus memperkenalkan pengurus baru PKS. Tidak ada deal politik apa pun. Dan PKS juga tetap bersama KMP,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, Selasa (5/1).

Perihal isu pergantian Fahri Hamzah dari wakil ketua DPR, Hidayat menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden PKS Sohibul Iman. Namun dia mengatakan, kalaupun ada pergantian hal itu semata karena kebutuhan organisasi, bukan tekanan dari pihak manapun termasuk Istana.

Hidayat juga menambahkan jika terkait pimpinan DPR tidak perlu dikocok ulang pasca mundurnya Setya Novanto dari kursi ketua DPR. Dia pun mendukung langkah Golkar yang menunjuk Ade Komaruddin sebagai ketua DPR pengganti Setya Novanto.

“Tidak perlu kocok ulang, dan itu bisa dilakukan,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, sebagai pembuat UU, DPR harus mematuhi UU yang dibuatnya sendiri. UU MD3 telah mengatur pergantian jabatan pimpinan DPR. Apalagi sebelumnya sudah ada preseden saat Wakil Ketua DPR periode lalu Anis Matta mundur dari pimpinan DPR dan langsung Fraksi PKS menunjukkan Sohibul Iman sebagai penggantinya.

Sebelumnya, sebuah informasi menyebutkan jika PKS tengah melakukan evaluasi terhadap para kadernya melalui Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) yang disebut menjadi jalan satu-satunya mencari kesalah Fahri yang kerap bicara keras.

Saat mencoba mengonfirmasi isu ini langsung kepada Fahri Hamzah beberapa waktu lalu, namun sayang dia menolak berkomentar tentang isu ini. Dia tak ingin disebut sebagai orang yang gila jabatan dan siap saja menjalankan perintah partainya.

Namun belum lama ini, melalui akun resmi Twitter-nya, Fahri Hamzah berkomentar tentang melawan kezaliman. Lewat media sosial, Fahri menyindir tentang sikap santun dan keras.

“Ya Allah Ya Tuhan kami, izinkan aku melawan apa yang aku lihat salah. Meski mereka kuat. Maka tolonglah aku yang lemah,” tulis Fahri Hamzah lewat Twitternya, @fahrihamzah.

Fahri bicara soal kezaliman. Menurut dia, kezaliman hanya suka pada orang-orang yang tunduk padanya dan tak suka dengan tantangan.

“Kezaliman meletakkan diri di atas undang-undang dan senang jika semua tunduk tanpa tantangan,” tulis Fahri lagi.

“Kenapa kalian takut dengan kata-kata? Apa salah sebuah logika? Kenapa kau takut dengan gaya? Apakah kau sudah mati gaya? Kenapa kau tak biarkan kami menjadi diri sendiri asalkan kami benar apa adanya?” tulis Fahri.

Tulisan Fahri ini seolah menanggapi tentang kerja Badan Penegak Disiplin Organisasi yang sedang melakukan evaluasi terhadap pada kader PKS. Fahri sendiri selama ini dikenal lantang dan keras dalam bicara, tidak seperti elite dan kader PKS kebanyakan.

“Mengapa kita bersengketa. Bukankah perbedaan itu hal yang selalu biasa? Kapan kita mulai dewasa melihat warna dan bentuk yang berbagai rupa?” kata Fahri lagi.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge