0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketua AIPKI: Uji Kompetensi Harga Mati Lulusan Kedokteran

dok.timlo.net/tyo eka
Ketua AIPKI, Prof Dr dr Hartono (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Prof Dr dr Hartono menyatakan, lulus uji kompetensi adalah harga mati bagi lulusan Fakultas Kedokteran yang ingin menjadi dokter.

“Uji kompetendi itu untuk menjaga mutu dokter,” ungkap Prof Hartono kepada Timlo.net, di Kampus UNS, Solo, Selasa (5/1).

Hartono mengungkapkan, kondisi Fakultas Kedokteran yang ada sekarang ini bermacam-macam, sehingga harus ada standarisasi. Karena kurikulum di Fakultas Kedokteran adalah kompetensi maka standarnya juga uji kompetensi. “Itu standar minimal yang harus ditempuh sebelum menjadi dokter,” jelasnya.

Persyaratan uji kompetensi itu sendiri tidak masalah, bahkan sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Menurut Hartono yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UNS, persyaratan itu sudah mulai dijalankan sejak tahun 2007.

Berdasarkan pengalaman, kata Hartono, adanya uji kompetensi mendorong untuk memperbaiki input dan proses. “Artinya kami tidak sepaham apabila ada yang protes terkait keberadaan uji kompetensi belakangan ini,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge