0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Cari Kerja, Perhiasan dan Dompet Digondol Penipu

ilustrasi begal (merdeka.com)

Timlo.net — Dua remaja lulusan SMA, Sa’diyah Utami (21) dan Kartika Petrisia (20) menjadi korban penipuan saat sedang mencari kerja di Jalan Nakula, Kota Semarang, tepatnya di dekat Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Kota Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya, perhiasan gelang dan kalung milik mereka dibawa kabur si penipu.

Keduanya pun menangis saat melaporkan musibah yang menimpanya itu ke polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang di Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebab, orangtua mereka sama sekali tidak percaya jika keduanya telah ditipu oleh laki-laki yang menjanjikan dirinya pekerjaan itu.

“Orangtua saya pasti tidak percaya kalau saya tertipu,” ucap salah seorang korban sesenggukan, Senin (4/1).

Kejadian bermula, saat keduanya berboncengan motor mencari pekerjaan di Kawasan Industri Tugu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Namun, sesampai di sekitar kompleks industri, kedua gadis yang tampak bingung itu didatangi seorang lelaki mengendarai motor Honda Beat hitam. Lelaki berbadan agak gemuk berusia sekitar 40 tahun mengetahui kedua gadis itu mencari pekerjaan dan berlagak sok baik.

“Kalau mbak mbak mau cari pekerjaan saya bisa membantu. Bisa kerja di mini market,” ungkap Kartika menirukan ajakan pelaku.

Lalu, karena merasa gembira, kedua gadis itu berboncengan motor disuruh mengikuti motor pelaku menuju ke arah timur Tugu Muda Kota Semarang. Tapi, sesampai di depan Lapas Wanita Bulu, di Jalan Mgr Soegiyopranoto, Kota Semarang, motor pelaku membelok menuju arena parkir toserba “Ada”. Motor korban disuruh ditinggal di tempat parkir, kedua korban oleh pelaku disuruh jalan kaki menyeberang jalan.

Kemudian, kedua korban tanpa mengenakan helm diboncengkan motor bertiga dikendarai pelaku. Mereka menghindari polisi lewat jalan kampung hingga sampai di depan kampus Udinus di Jalan Nakula, Kota Semarang.

Di depan kampus, pelaku minta agar keduanya melepas perhiasan emas kalung dan cincin. Alasannya, selama wawancara dengan pihak manajemen tidak boleh membawa dompet maupun perhiasan emas. Namun, setelah barang barang, seperti dompet berisi sejumlah uang, KTP, SIM dan STNK berpindah tangan pelaku segera menghilang.

Hal ini, tentu saja membuat kedua korban terlantar dan bingung. Sa’diyah dan Kartika berharap dengan dirinya melaporkan kasus tersebut pelaku yang menipu dirinya agar segera diringkus polisi.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge