0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Baturan Tolak Ruko, Kades Bantah Tak Prosedural

Kades Baturan Suseno memperlihatkan siteplan pembangunan Ruko (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Tuduhan Forum RTRW terkait rencana pembangunan rumaj toko (Ruko) di lapangan Desa Baturan, Colomadu, Karanganyar tak prosedural dibantah kepala desa (Kades) setempat, Suseno.

“Kami sudah sesuai prosedur yang digariskan undang-undang,” kata Kades Suseno, Senin (4/1).

Suseno mengatakan proses pembangunan ruko itu telah melalui tahapan yang jelas. Pihaknya telah meminta persetujuan kepada masyarakat sebagai pengguna lapangan dan juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang mewakili warga dan tokoh masyarakat desa.

“Setelah itu kami juga sudah membentuk panitia pembangunan,” jelas Suseno.

Dari panitia pembangunan, dihasilkan proposal pembangunan lengkap dengan rencana anggaran biaya dan gambar proyeknya. Kemudian Proposal diajukan ke Camat untuk dimintakan persetujuan.

“Dari pengajuan itu, semua sudah setuju kalau sebagian bidang lapangan itu bakal dibangun menjadi beberapa ruko yang dikerjasamakan dengan investor,” kata Kades Baturan.

Suseno menambahkan, ruko tersebut merupakan bagian dari penataan PKL yang ada di sekitar lapangan. Nantinya bakal disewakan kepada masyarakat dan para PKL di sekitar Baturan yang membutuhkan. Biaya sewa ruko adalah Rp 90 juta untuk hak guna selama 20 tahun.

“Dasar hukumnya nanti ada di Bupati, kalau bupati memberikan izin maka akan kita bangun, lagipula yang dibangun di bagian pinggir dan lapangan masih bisa digunakan,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge