0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kodim Klaten Gelar Penyuluhan Pemberantasan Narkoba

dok.timlo.net/aditya wijaya
Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto memberikan penyuluhan di Makodim 0723 Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Komando Distrik Militer (Kodim) 0723/ Klaten menggelar penyuluhan tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan tersebut diikuti ratusan anggota TNI Babinsa dan Danramil di Aula Makodim setempat, Senin (4/1).

“Program P4GN serentak di Indonesia. Kita bakal koordinasi antara Babinkamtibmas dengan Babinsa untuk memerangi Narkoba. Bukan hendak menangkapi (pengguna) tapi mengimbau untuk rehabilitasi,” ungkap Kasdim 0723/ Klaten, Mayor (Inf) Yahmin.

Dalam penyuluhan itu, pihaknya mengundang Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Danang Eko Purwanto dan
Kepala Instalasi Perawatan Intensif Psikiatri RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten, dr Anis Sukandar sebagai narasumber utama.

AKP Danang Eko Purwanto mengatakan, perang terhadap Narkoba tidak bisa dilakukan Polres Klaten sendiri. Tapi juga perlu melibatkan unsur lain, salah satunya Babinsa TNI. Pasalnya, mindset masyarakat terhadap pengguna Narkoba yang belum berani melapor, karena takut ditangkap.

“Masyarakat belum punya budaya sukarela. Karena sterotip bahwa keluarga yang terkena Narkoba merupakan aib. Kalau ingin direhab saya garansi tidak dilakukan penangkapan,” katanya.

Sementara itu, dr Anis Sukandar menyampaikan, orang yang menggunakan Napza mencari sensasi efek halusinogen (halusinasi), depresan (efek mengantuk ingin tidur), dan stimulan yang menimbulkan perasaan segar, bersemangat, tidak lelah, tidak lapar, memberikan rasa nikmat, serta bahagia.

“Hampir 80 persen pengguna Napza pasti terkena PMS (penyakit seks menular). Dampak berikutnya HIV karena beberapa di antaranya pakai jarum suntik yang dipakai ramai-ramai,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge