0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Javanolog: Kebudayaan Jawa Tak Memudar

dok.timlo.net/tyo eka
Prof Sahid Teguh Widodo PhD (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Javanolog Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Sahid Teguh Widodo PhD menyatakan, apabila ada anggapan bahwa kebudayaan Jawa sekarang ini memudar adalah anggapan yang salah.

“Justru kebudayaan Jawa itu bergerak,” tandas Sahid saat bertemu Timlo.net, di Rektorat UNS, Solo, Senin (4/1).

Selain bergerak, menurut Sahid, kebudayaan Jawa juga hidup sesuai dengan tuntutan ruang dan waktu. Termasuk di dalamnya adalah pemahaman. “Pemahamannya yang berbeda. Misalnya, kalau dulu pemahamannya teknokratis, sekarang sudah postmodern. Sehingga kebudayaan selalu memproduksi peradaban,” jelasnya.

Kalaupun adanya anggapan memudar, karena anggapan itu lebih mengacu pada pakem lama. Padahal kebudayaan itu terjadi moving culture atau pemikiran yang bergerak dalam suatu kebudayaan. “Hanya mengarah ke mana, yang kemudian menjadi perhatian,” ujarnya.

Menurut Sahid, kebudayaan Jawa sekarang ini menghadapi era yang berbeda, mulai era tradisional, teknokratis modern dan postmodern. Karena teknologi sekarang ini telah mempengaruhi proses dalam kebudayaan, termasuk pelaku-pelakunya, di dalamnya adalah orang Jawa.

“Artinya di dalam kebudayaan Jawa ada moving culture, dan tidak perlu saling salah menyalahkan. Tetapi hanya perlu kontrol etika dan identitas,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge