0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Hujan, Petani Bawang Merah Khawatir Gagal Panen

timlo.net/nanin
Petani bawang merah di Cepogo berharap curah hujan tidak tinggi (timlo.net/nanin)

Boyolali — Makin tingginya intensitas hujan, sejumlah petani bawang merah di Lereng Gunung Merapi Merbabu, tepatnya di Cepogo, khawatir gagal panen. Pasalnya, curah hujan yang tinggi mempengaruhi kwalitas bawang merah.

“Panen masih dua minggu hingga sebulan lagi, pas curah hujanya tinggi,” kata Junanto (43) petani asal Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Minggu (3/1).

Diakui, saat ini pertumbuhan bawang merah sangat bagus. Ditambah lagi dengan curah hujan yang tidak deras diawal tanam, sehingga membuat pertumbuhan bawang merah sangat bagus. Namun, justru nanti saat panen, pihaknya khawatir curah hujan semakin tinggi. Curah hujan yang tinggi membuat tanaman menjadi rusak.

“Kandungan air yang terlalu tinggi bisa membuat umbi bawang membusuk,” tambahnya.

Disisi lain, Salbiqis (54) petani asal Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, sudah mulai memanen bawang merah di ladangnya. Pasalnya, Salbiqis dan petani di Sukabumi lebih awal menanam bawang. Untuk satu kilo bawang merah dijual dengan harga Rp 16.000 rupiah. Hasil panenya dijual ke Pasar sayur Cepogo.

“Daun bawangnya juga laku dijual, per ikat Rp 2.000, tapi kalau nanti panen raya, daun bawang tidak laku,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge