0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Prajurit TNI Jadi ‘Guru Les’

merdeka.com
Prajurit TNI tengah mengajari anak sekolah di perbatasan (merdeka.com)

Timlo.net – Praka Tony dan ketigabelas rekannya dari Batalion Armed XI Kostrad Magelang sudah tiga bulan lebih menjaga titik perbatasan dengan Distrik Ambenu-Oeccusee, Timor Leste (RDTL). Di tengah kesibukan menjaga perbatasan, mereka sempatkan diri memberi pelajaran kepada anak-anak sekitar pos.

“Saya awalnya melihat mereka habiskan waktu hanya dengan menonton televisi. Kami di sini akhirnya berpikir lebih baik anak-anak ini diberikan pelajaran tambahan,” cerita Praka Tony di Pos Perbatasan Oelbinose, Sabtu (12/12) tahun 2015 kemarin.

Di sela-sela kesibukan, Praka Tony dan rekan-rekannya bergantian membimbing anak-anak itu. Mereka mengulang kembali pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Dengan iming-iming menonton televisi, mereka pun belajar. Hal itulah yang membuat belasan anak perbatasan ini mereka dekat dengan prajurit.

“Tidak ada televisi di rumah mereka. Satu-satunya televisi ya di pos ini. Mereka sangat senang nonton televisi. Akhirnya kami juga bantu mereka di pelajaran. Kami akrab satu sama lain.”

Komandan Pos Sertu Teny Reza mempunyai cerita lain. Dia secara khusus mengajari mereka mengenal teknologi seperti laptop. Bahkan seorang anak buta huruf, Janu (15) pun sudah bisa mengoperasikan laptop dari hal yang sederhana.

“Janu tidak sekolah lagi. Ia pernah sekolah tapi hanya sampai kelas 2 SD saja. Ia tak bisa baca tulis. Tapi sekarang sudah mengalami perkembangan. Ia juga saya bimbing untuk mengenal laptop. Kami mau mereka tidak kalah dengan anak-anak di kota besar,” cerita Sertu Reza.

Hal yang paling mengesankan adalah rasa nasionalisme anak-anak ini. Di mulut mereka keluar pengakuan akan rasa cinta kepada negeri ini. Mereka mahir menghafalkan butir-butir Pancasila dan pembukaan UUD 1945. Sertu Teny Reza mengatakan, hal itu mereka juga ajarkan agar anak-anak mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi.

“Setiap hari sebelum nonton televisi kami melatih mereka menghafalkan butir-butir Pancasila dan pembukaan UUD 45 biar mereka mengenal lebih dalam bangsanya sendiri,” jelas Sertu Reza.

Rupanya pendidikan ala militer sudah melekat dalam diri anak-anak perbatasan ini. Dari mulut mereka selalu kelar kata ‘siap’ ketika para prajurit memanggil nama mereka atau kebetulan bertemu di jalan.

Selain membimbing di Pos Oelbinose, para prajurit juga kerap mengajar anak-anak di sekolah. Setiap Sabtu, para prajurit secara bergantian menjadi guru di SD Tasinifu.

“Kami diberi tugas waktu pembekalan Satgas di Kesatuan. Jadi kami terapkan hal itu di sini,” cerita dia.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge