0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Cerita Panen Raya Pedagang Petasan dan Terompet Saat Tahun Baru

dok.timlo.net/agung widodo
Salah satu pedagang terompet di sekitar Alun-alun Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Timlo.net — Euforia pergantian tahun telah usai. Sejumlah pedagang musiman juga telah selesai menjajakan dagangannya. Salah satunya adalah pedagang Terompet dan Petasan. Pedagang musiman yang kerap muncul di momen tahun baru ini sudah tidak lagi berjualan.

Kendati demikian, mereka menutup usaha musimannya dengan senyuman di wajah. Salah satunya Joni, warga Cipinang Muara ini tampak sumringah karena mendapati barang dagangannya laku keras.

“Tahun ini meriah sekali. Petasan saya habis 3 kardus, kalau Terompet habis 500 pcs,” ujar dia di Pasar Gembrong, Cipinang Muara, Jakarta, Jumat (1/1).

Terompet yang dijual Joni harganya beragam, mulai dari Rp 30.000 hingga sampai Rp 70.000.

Pria yang telah berjualan petasan dan terompet musiman selama 15 tahun ini mendapat omset mencapai Rp 9 juta. Omset tersebut didapat hanya dengan berjualan selama lima hari.

“Omset 6 hari Rp 9 juta. Rp 4 juta untuk petasannya dan Rp 5 juta untuk terompetnya,” kata dia.

Sementara itu, pedagang petasan lainnya, Doyok, justru mengalami penurunan penjualan. Selama 6 hari berjualan, dia hanya mendapat omset Rp 2,3 juta.

“Saya jujur saja, modal cuman Rp 1,7 juta dan baru dapet Rp 2,3 juta. Karena dapat segitu uangnya jadi tidak bisa saya puter uangnya. Biasanya saya dapet Rp 3 juta-an,” tandas dia.

[sau]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge