0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Wonogiri, Kasus Kejahatan Libatkan Anak Tercatat Naik

Ilustrasi pencabulan (dok.merdeka.com)

Wonogiri – Selama kurun waktu 2015, Polres Wonogiri menerima 165 laporan tindak pidana umum. Dari laporan tersebut, 138 kasus berhasil diungkap. Jika diprosentase sekitar 80,69 persen, atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 65 persen.

“Dibanding tahun lalu laporan turun tapi tingkat penyelesaian kasus naik. Tetapi, pidana anak naik tahun ini (2015),” kata Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean, melalui Kasat Reskrim AKP David Manurung, Jumat (1/1).

Menurutnya, setidaknya dua kasus besar telah diungkap. Yakni pembunuhan bocah SD di Bulukerto dengan tersangka Riki Fajar Santoso, 29. Kasus tersebut telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Wonogiri sehingga awal tahun 2016 bisa segera disidangkan.

“Pelakunya dijerat pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum diancam dengan hukuman mati,” tegasnya.

Belum lama ini Polres Wonogiri juga mengungkap penemuan tengkorak perempuan di sebuah tegalan di Dusun Trukan RT 01 RW 05, Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro, yang ternyata adalah korban pembunuhan. Pelakunya yakni waria pemilik salon atas nama Sriyadi alias Zukira alias Reta(40) warga Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro.

“Kita juga berhasil ungkap peredaran upal sebanyak 250 lembar,”  kata Manurung.

Dikatakan, dari sederet kasus yang ditanganinya, justru ada kasus yang membuat dirinya prihatin. Yakni kasus anak yang berhadapan dengan hukum yang meningkat 5 persen dari tahun lalu.

Pada tahun ini, kata Manurung setidaknya terdapat 69 kasus anak yang berhadapan dengan hukum.

“Ada anak sebagai korban atau anak sebagai pelaku, mulai dari asusila, pencurian sampai pembunuhan,” jelas dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge