0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Omah Piring Wonogiri, Tempat Asyik Buat Berselfie

timlo.net/tarmuji
Omah Piring jadi ajang foto selfie (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sebuah rumah di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kota, beberapa waktu belakangan ini sering didatangi wisatawan untuk berselfi alias Self Fotografi. Sebab, hampir seluruh tembok di rumah yang masih berada di kawasan Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (OWSA WGM) dihiasi ornamen piring keramik lebar antik. Seperti apa ya?

Oleh pemiliknya, Wahyu, rumah ini diberi sebutan Omah Piring. Awalnya, rumah ini terkenal hanya melalui media sosial. Namun lantaran banyak yang penasaran, lantas banyak didatangi pengunjung. Bahkan sering menjadi background berselfi ria.

“Mulai ramai itu, awalnya itu sekitar bulan Mei lalu, kalau ngga salah bertepatan dengan bulan puasa,” ujar Wahyu, Kamis (31/12).

Untuk datang ke Omah Piring, pengunjung tidak perlu bersusah payah. Sebab hanya berjarak lima kilometer dari pusat kota Wonogiri. Atau tepatnya, berada di sisi kanan jalan jalur Wonogiri-Wuryantoro. Wahyu menyebut, ratusan piring antik itu diperolehnya dari Majalengka.

“Sebenarnya, itu piring-piring yang over produksi, dari pada menumpuk di gudang akhirnya saya pasang di tembok rumah,” kata Wahyu, warga Wonogiri yang memiliki usaha pembuatan genting dan keramik di Majalengka ini.

Piring-piring berdiameter 30 cm itu tertempel di sekeliling tembok rumah. Terkesan antik dan unik, ada semacam ciri khas piring-piring Tiongkok. Tema lukisanya pun banyak mengambil tema flora dan fauna seperti bunga-bunga dan burung.

Menurut Wahyu, semula rumahnya tersebut dibiarkan kosong, karena memang semua keluarga tinggal di Majalengka. Dan tidak disangka, rumahnya tersebut malah digunakan sebagai ajang selfi oleh wisatawan atau oleh orang-orang yang kebetulan melintas.

“Ya, begitu saya tahu kalau rumah saya jadi ajang selfie dan beredar di sosmed, adik perempuan saya pulang, kemudian menjaga rumah ini,” katanya.

Wahyu menceritakan, piring-piring antik tersebut sebenarnya adalah piring yang digunakan oleh masyarakat di Papua sebagai mahar perkawinan atau ’adab’. Usahanya, sering kali mendapat order pembuatan piring keramik dari Papua. Piring-piring dibuat secara tradisional dan dilukis dengan tangan. Tak heran, jika kebanyakan piring-piring tersebut bermotif burung cendrawasih.

“Selain Papua, pemasarannya juga tembus di Sulawesi dan Kalimantan. Untuk Kalimantan, menurut Wahyu selain sebagai hiasan, juga sebagai sarana barter barang dengan penduduk pedalaman,” jelasnya.

Wahyu mengakui, dengan dipasangnya piring-piring unik tersebut sebagai salah satu usaha pengenalan produk kerajinannya di Wonogiri.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge