0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengedar Uang Palsu di Wonogiri Dibekuk Polisi

dok.timlo.net/tarmuji
Polres Wonogiri gelar kasus Upal (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Di penghujung tahun 2015, Polres Wonogiri memberikan satu bukti dalam memerangi peredaran uang palsu (Upal). Jajaran Polres Wonogiri berhasil membekuk seorang pelaku pengedar Upal senilai puluhan juta rupiah.

“Pelaku berinisial TS (40), warga Dusun Tengahan RT4/RW5 Desa Seren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purrworejo, Jateng,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean didampingi Kasat Reskrim AKP David Manurung, Kamis (31/12).

Menurutnya, terkuaknya kasus peredaran Upal di Wonogiri berawal dari pemberitaan di media massa di Jateng. Diduga, peredaran Upala marak saat masa kampanye Pilkada Wonogiri.

“Awalnya pihak Kantor Pos Wonogiri mendapati dua lembar pecahan seratus ribu yang diduga palsu. Kemudian kita selidiki dan kita dalami. Kita juga mendapatkan petunjuk di rekaman CCTV, imana terlihat di duga pelaku,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP David Manurung mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, kemudian pihaknya berhasil menangkap diduga pelaku pengedar Upal.

“Dia kita tangkap TS (40) di depan SDN 1 Wonogiri, pagi tadi,” jelasnya.

Dikatakan, dari tangan TS, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa Upal pecahan seratus ribu senilai Rp 25 juta dan satu buah tas warna coklat. TS juga mengakui jika Upal tersebut miliknya dan rencananya akan diedarkan di Wonogiri.

“Dari pengakuan TS, Upal itu semua berasal dan dia beli dari J, warga Purwokerto, Banyumas,” tambahnya.

Upal sebanyak 250 lembar, senilai Rp 25 juta itu ia dapatkan dari kenalannya di Purwokerto berinisial J , dengan tebusan sekitar Rp 10 juta, namun baru TS bayar sebesar Rp 8 juta. Kemudian ia jual kembali, setiap Rp 10 juta Upal, ia jual Rp 4 juta. Bahkan, dia sempat melakukan transaksi, yakni di Jakarta, setiap Rp 10 Juta Upal dijual dengan harga Rp 4 juta.

“Pasal yang kita kenakan kepada TS, pria yang berprofesi sebagai petani, yakni Pasal 36 Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge