0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampul Al Quran Bahan Terompet, Percetakan Sebut Pengepul Ingkar Janji

merdeka.com
Terompet dari kertas Al Quran (merdeka.com)

Timlo.net — Sampul Al Quran yang dijadikan terompet dan marak diperjualbelikan telah menghebohkan masyarakat di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia. Sampul kitab suci itu ternyata merupakan limbah cetakan CV Aneka Ilmu, perusahaan percetakan yang berkantor di Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) Kota Semarang, Jawa Tengah.

CV Aneka Ilmu Semarang merupakan perusahaan rekanan Kementerian Agama RI pada tahun 2013 yang saat itu dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA). Saat itu, CV Aneka Ilmu menjadi pemenang tender pembuatan 1.630.000 Al Quran dan 800 juzz Amma.

“Dalam perjalannya, ada lebih dari 200 ribu sampul Al Quran yang tersisa dari proyek tersebut. Kertas sisa pembuatan Al Quran tersebut kita simpan di gudang dan sempat terkena bencana banjir di Kawasan LIK Kota Semarang,” tegas pemilik sekaligus Direktur Utama CV Aneka Ilmu Semarang, Suwanto kepada wartawan Rabu (30/12) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Limbah atau sisa kertas sampul Al Quran itu kemudian dibeli oleh para pengepul kertas untuk didaur ulang. Namun, Suwanto mengaku tidak mengetahui jika ratusan ribu kertas sisa sampul Al Quran itu dibeli oleh pengepul bernama Sunardi, warga Klaten, Jawa Tengah.

“Karyawan saya yang cerita ada orang (Sunardi) menanyakan mau beli kawul (kertas bekas). Tapi sepengetahuan saya. Saya sempat kaget dengan pemberitaan terompet akhir-akhir ini,” ungkap Suwanto.

Aan Tawli selaku Kuasa Hukum CV Aneka Ilmu membeberkan, sebagai pihak pengepul, Sunardi yang merupakan warga Klaten, Jawa Tengah, dianggap telah ingkar janji karena tidak mematuhi kesepakatan pemanfaatan kertas Al Quran itu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

“Sunardi sudah 20 tahun berlangganan kertas bekas di Aneka Ilmu. Seharusnya Sunardi mengetahui aturan main penggunaan kertas itu,” terangnya.

Aan menjelaskan jika kertas sisa percetakan itu merupakan sisa Al Quran , atau dokumen penting, maka wajib untuk didaur ulang.

“Baik itu dilebur menjadi bubur maupun didaur ulang menjadi bentuk lain. Padahal, petugas gudang ketika menjual sisa cover mengingatkan, jangan sekali-kali dibuat sembarang, sebagaimana kesepakatan dimusnahkan dibuat bubur. Tapi pak Sunardi ingkar janji tidak mendaur ulang,” terang Aan.

Apalagi, saat ini sudah diketahui jika Sunardi berbuat nekat menjadikan kertas sisa sampul Al Quran itu sebagai terompet Tahun Baru.

“Imbasnya, kaver Al Quran sisa percetakan itu kini menuai polemik di tengah-tengah masyarakat. Kami jelas menyayangkan hal ini. Yang jelas kami minta maaf kepada masyarakat. Kami tidak ada unsur kesengajaan,” tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 2,3 ton kertas bekas sampul Al Quran yang digunakan sebagai bahan dasar untuk memproduksi terompet Tahun Baru 2016 disita oleh penyidik Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Reskrimum Polda Jateng).

Selain bahan baku tersebut, penyidik juga telah menyita beberapa alat pendukung dan kelengkapan untuk membuat terompet Tahun Baru dari sampul Al Quran itu di Klaten, Jawa Tengah.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge