0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolres : Korban Dibekap Kemudian Kepalanya Dipukul Batu

timlo.net/tarmuji
Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean saat gelar kasus penemuan tengkorak (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Jajaran Polres Wonogiri berhasil mengungkap kasus penemuan kerangka di Pracimantoro beberapa waktu lalu. Sejumlah barang milik korban tenryata menjadi petunjuk siapa dalam pembunuhan tersebut. Akhirnya, polisi menangkap seorang waria Sriyadi alias Zukira alias Reta (40) warga Sambiroto Kecamatan Pracimantoro.

”Peristiwa pembunuhan ini terjadi sekitar November 2014 silam. Kita mendapat petunjuk dari kalung kesehatan yang ditemukan di sekitar temuan kerangka. Selain itu, sepeda motor milik korban juga hilang,” papar Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, Rabu (30/12).

Kapolres menyebut, sebalum kejadian itu, korban pergi mengendarai sepeda motor vario AD 3441 YU. Ternyata sepeda motor itu berada di tangan Suharno, lantaran di gadaikan oleh pelaku sebesar Rp 2,5 juta. Dari keterangan Suharno, diperoleh satu nama Sriyadi alias Zukira alias Reta, (40) warga Sambiroto, Pracimantoro.

“Sriyadi ini kita tangkap Selasa (29/12) di Pacitan. Di hadapan penyidik, Sriyadi mengakui semua perbuatannya,” lanjutnya.

Kapolres memaparkan, sebelum kejadian pembunuhan itu, tersangka di datangi oleh korban yang hendak menagih hutang.

“Pada malam itu sekitar pukul 22.00 WIB, tersangka mengajak korban untuk mengambil uang. Namun dijalan yang sepi, tersangka menghentikan sepeda motornya kemudian membekap korban dengan sarung hingga pingsan. Lalu, untuk memastikan korban meninggal dunia, tersangka memukul punggung korban dengan batu, ” jelasnya.

Usai menghabisi nyawa korban, imbuh Kapolres, tersangka kemudian menutupi jasad korban dengan ranting dan batu di sebuah tegalan tak jauh dari tempatnya dibunuh. Hingga kemudian ditemukan oleh seorang petani, pertengahan Desember lalu.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 339 KUHP tentang pembunuhan. Dan karena tersangka juga menguasai barang milik korban, ancaman hukumannya seumur hidup,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge