0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waduk Cengklik Tertutup Enceng Gondok, Petani Keramba Ngeluh

dok.timlo.net/nanin
Enceng gondok mengancam kehidupan ikan di Waduk Cengklik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tidak terkendalinya pertumbuhan enceng gondok di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, mengancam keberlangsungan kehidupan karamba. Pasalnya, akar tanaman yang tumbuh menyerap oksigen di dalam air mengakibatkan ikan-ikan mati.

“Ini kalau tidak segera dilakukan pembersihan, seluruh kawasan waduk bisa tertutup enceng gondok,” kata Sriyono, salah satu petani karamba, Rabu (30/12).

Saat ini, di sisi sebelah selatan dan timur waduk, sudah tertutup enceng gondok, hingga berjarak 50 meter dari pinggiran waduk. Selain pertumbuhanya sangat cepat, enceng gondok juga sangat mudah terbawa angin. Akibatnya, tanaman ini menyebar dan menyulitkan perahu petani yang hendak melintas menuju karamba.

Sebagai upaya pembersihan, biasanya usai memberi makan ikan di karamba, petani mengambili enceng gondok.

“Kita ambil dan dibuang di daratan, tapi ya tidak habis-habis enceng gondoknya,” tambahnya.

Ainul Hakim (27), petani keramba warga RT 3/ Rw 6, Dukuh Turunan, Sobokerto menambahkan, jika terus dibiarkan, tanaman eceng gondok bakal mengakibatkan air minim oksigen. Dampaknya, ikan dalam keramba terganggu pertumbuhannya. Selain petani karamba, keluhan juga diungkapkan kalangan pemancing.

“Kita harus singkirkan dulu, kalau tidak menganggu pandangan dan mata kail,” ungkap Sentot, pemancing warga Banyudono.

Selain itu, ikan yang didapat biasanya berukurn kecil-kecil. Keluhan enceng gondok ini sendiri sebetulnya sudah lama dilontarkan, namun upaya pembersihan yang dilakukan belum maksimal. Sayangnya, meski enceng gondok menjamur di Waduk Cengklik, hingga saat ini belum ada yang memanfaatkan untuk kerajinan.

“Enceng gondok di sini pendek-pendek, katanya tidak bisa untuk bahan kerajinan,” tandas Sentot.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge