0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Pengakuan 2 Warga Salah Tangkap Densus 88

dok.timlo.net/achmad khalik
Dua warga Solo korban salah tangkap, Ayom Panggalih (kiri) dan Nur Syawaludin (tengah) (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dua warga Solo yang ditangkap Densus 88 Anti Teror, Selasa (30/12), yakni  M Nur Syawaludin (33) warga Dawung Wetan, Serengan dan Ayom Panggalih (33), warga Panularan, Serengan akhirnya dibebaskan lantaran tidak terbukti menjadi anggota jaringan teroris. Meski begitu, keduanya sangat menyayangkan arogansi dari aparat yang melakukan penangkapan keduanya.

“Penangkapan tidak jelas. Lha wong saya tidak ngapa-ngapain, tidak melawan hukum kok diperlakukan tidak sewajarnya (ditangkap —Red),” kata, Nur kepada wartawan di Masjid Baittussalam, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengann, Rabu (30/12) siang.

Nur mengatakan, waktu itu dirinya sedang melakukan transaksi kendaraan bermotor dengan rekannya bernama Ayom Penggalih alias Galih. Namun, tiba-tiba ada sebuah mobil Toyota Inova yang langsung menghampiri dan menyekap dirinya. Sementara, rekannya Galih waktu itu sebenarnya sudah mulai curiga terdapat tiga mobil jenis MPV di sekitar kawasan Jl Honggowongso. Saat rekannya ditangkap, Galih kaget dan ketakutan. Sontak, dia langsung lari. Namun, upayanya itu sia-sia lantaran langsung ditabrak oleh sebuah mobil. Setelah terjatuh, kedua tangannya diikat dan dimasukkan kedalam mobil.

“Kami dimasukkan ke dalam mobil terpisah. D idalam mobil saya ditanya sejumlah nama yakni Nur dan Hamzah. Saya tidak kenal kedua orang itu. Tapi mereka terus menginjak kepala saya ke lantai mobil,” terang Galih.

Setelah dibawa menggunakan mobil, keduanya akhirnya bertemu kembali di Polsek Laweyan. Di sana, mereka dimasukkan ke dalam penjara dan terus ditanyai kedua nama tersebut.

Lha wong saya gak kenal, tetap saja gak kenal,” ujar Galih Polos.

Di Polsek tersebut, keduanya ditahan selama dua jam. Hingga akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB, mereka dilepaskan.

Sementara itu, pengacara hukum dari The Islamic State and Acin Center (ISAC), Kurniawan mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat tuntutan terkait perlakuan tidak manusiawi kepada kedua kliennya tersebut. Mengingat, keduanya sama sekali tidak bersalah namun diperlakukan secara kasar.

“Kami akan melayangkan surat tuntutan terkait penangkapan dari Densus yang diluar koridor hukum,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge