0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kertas Bahan Baku Terompet Disita, Polisi Periksa 10 Orang Saksi

Kapolres Wonogiri menunjukkan terompet yang berbahan baku kertas kaligrafi huruf Arab (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Temuan terompet berbahan baku kertas kaligrafi huruf Arab, ditindaklanjuti jajaran Polres Wonogiri. Petugas mengamankan 2,3 ton kertas bahan baku terompet dari salah seorang penjual kertas di Kecamatan Bulukerto.

“Penemuan terompet tahun baru berbahan kertas bergambar kaligrafi tersebut awalnya dari daerah Kendal. Setelah diselidiki ternyata didatangkan dari Wonogiri oleh salah satu CV yang berasal dari Semarang,” jelas Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, Selasa (29/12).

Menurutnya, setelah dilacak, ternyata terompet tersebut tidak beredar di Wonogiri. Tapi di daerah Kecamatan Bulukerto, ditemukan di perajin yang membuat terompet dari bahan baku tersebut. Bahkan, semua bahan baku dari perajin juga disita. Tak hanya itu saja, pihaknya juga memeriksa tiga orang dan tujuh perajin dari Bulukerto. Dari pengakuan mereka, bahan baku tersebut didatangkan dari Solo.

“Ketiga orang yang kami periksa itu adalah pemilik bahan baku di Bulukerto (JW)dan pemilik bahan baku di Solo tepatnya dibelakang Rumah Sakit Kostati (G), yang kami datangi langsung. Sedangkan satu lagi adalah dari pihak CV yang memesan terompet, “tegasnya.

Windro menegaskan, berdasarkan pemeriksaan polisi, terompet berbahan kertas berkaligrafi huruf Arab tersebut ditemukan di salah satu toko serba ada. Kemudian, menjurus kepada CV pemesan, lalu setelah dilakukan penyelidikan, CV tersebut memesan kepada salah satu perajin di Bulukerto berinisial K. ternyata mendapatkan bahan baku bukan dari JW. Ada kemungkinan ada pemilik bahan baku selain JW, akan tetapi muaranya dari G.

Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Wonogiri. Sejauh ini, polisi belum dapat memastikan, apakah kasus itu merupakan sebuah penistaan agama. Pihaknya juga tengah melakukan upaya koordinasi dengan Kemenag Wonogiri.

“Yang jelas kami imbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi. Kami saat ini masih menunggu saksi ahli dari Kemenag Wonogiri. Kasus ini akan kami tangani secara profesional,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge