0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrim, Ribuan Ikan Karamba Waduk Cengklik Mati

Cuaca ekstrim, ikan karamba di Waduk Cengklik banyak yang mati (timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani karamba Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, mengalami kerugian besar akibat cuaca ekstrim. Ribuan ikan mati setiap harinya. Kerugian yang ditanggung petani karamba antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta perkolam.

“Paling parah terjadi awal bulan Desember, dan berlanjut hingga sekarang,” kata Ketua Kelompok Budidaya Ikan Karamba Apung Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Maryanto, Selasa (29/12).

Dijelaskan, hampir setiap hari ikan di karamba mati, jumlahnya mencapai satu kwintal. Ikan yang mati rata-rata berusia lima sampai enam bulan dan sudah siap panen. Ikan yang mati digunakan untuk pakan lele, sisanya dikeringkan dan dibakar agar tidak menimbulkan pencemaran.

“Alhamdulilahnya, kematian ikan tahun ini tidak separah tahun kemarin,” ujar Maryanto.

Meski begitu, petani karamba tetap dirugikan, mengingat saat ini permintaan ikan, terutama nila, sedang tinggi-tingginya. Termasuk harga ikan nila, saat ini mencapai Rp 22 ribu rupiah perkilogram sedangkan sebelumnya hanya Rp 12 ribu rupiah. Tingginya permintaan ikan nila, imbas dari menyusutnya hasil panen di Waduk Kedung Ombo, Kemusu dan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

”Akhirnya semua permintaan larinya ke sini,” terang Maryanto.

Petani lain, Sukiman, akibat kematian ikan yang terus terjadi, hasil panen mengalami penurunan. Dari biasanya sekali panen bisa mencapai 7 kwintal hingga 8 kwintal, saat ini hanya mampu mendapatkan 3 kwintal hingga 4 kwintal saja. Terus mengalami kerugian, akibatnya banyak pemilik karamba yang beralih ke bidang lain.

“Tiap peralihan musim kan selalu ada kematian ikan,jumlahnya mencapai ribuan,kalau seperti ini terus modal kita bisa habis,” ungkap Sukiman.

Selain disebabkan peralihan musim, kematian ikan juga disebabkan pendangkalan waduk Cengklik. Saat ini kedalaman air hanya 2 meter, padahal untuk karamba mestinya 4 meter.

“Faktor lain,penggunaan obat kimia yang dilakukan petani, airnya masuk ke waduk dan mempengaruhi kwalitas air,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge